7 Manfaat Kesehatan Sinar Matahari untuk Bayi Baru Lahir

Photo Author
Hilman Hilmansyah, Smart Parent
- Senin, 20 Mei 2024 | 11:00 WIB
Sinar matahari pagi memiliki manfaat untuk bayi baru lahir,  pastikan menjemur bayi pada jam yang direkomendasikan. (Kristina Paukshtite/Pexels)
Sinar matahari pagi memiliki manfaat untuk bayi baru lahir, pastikan menjemur bayi pada jam yang direkomendasikan. (Kristina Paukshtite/Pexels)
  1. Peningkatan Kadar Insulin

Menerima sinar matahari sejak usia dini dapat membantu mencegah kondisi seperti diabetes sampai batas tertentu. Meskipun ini bukan satu-satunya faktor penentu tingkat insulin yang baik, ini jelas merupakan keuntungan tambahan karena vitamin D dalam tubuh membantu mengatur kadar insulin.

Pola makan yang sehat dan olahraga selama masa pertumbuhan anak bisa sangat bermanfaat dalam mengendalikan diabetes.

 

  1. Mengatasi Penyakit Kuning atau Kulit Menguning

Sinar matahari membantu memecah bilirubin – senyawa kekuningan yang terjadi pada jalur katabolik alami – sehingga hati bayi dapat memprosesnya dengan lebih mudah. Pertumbuhan bilirubin yang tidak terkendali dapat menyebabkan kulit bayi baru lahir menguning.

Mengekspos bayi di bawah sinar matahari pagi selama 15 hingga 20 menit, tanpa pakaian sebagian, dapat membantu mencegah penyakit kuning ringan.

 Baca Juga: Waspadai HIV, 19 Mei Nyalakan Lilin AIDS Internasional untuk Solidaritas dan Kepedulian

  1. Tingkat Energi Lebih Tinggi

Paparan sinar matahari pada bayi membantu mengatur produksi melatonin dalam tubuhnya. Kadar melatonin pada bayi dapat memengaruhi pola tidurnya, yang merupakan hal paling penting di tahun-tahun awal bayi baru lahir.

Sinar matahari menyebabkan penurunan kadar melatonin dan meningkatkan serotonin, sehingga meningkatkan tingkat energi.

 

  1. Sintesis Melatonin Lebih Baik

Pasokan sinar matahari yang cukup ke mata membantu tubuh manusia memproduksi melatonin yang merupakan penentu kecepatan ritme sirkadian tubuh manusia, sehingga mengurangi risiko gangguan afektif musiman, peradangan, kanker, dan autoimunitas.

Melatonin yang diinduksi sinar matahari juga menekan kerusakan kulit akibat UVR, sehingga menjaga kulit tetap sehat.

 Baca Juga: Hari Dokter Keluarga Sedunia 19 Mei, Hadapi Tantangan Perubahan Iklim Global

  1. Tidur Lebih Baik

Manusia secara alami diprogram untuk berada di luar ruangan saat matahari bersinar dan tidur di malam hari. Ketika mereka terkena sinar matahari atau cahaya buatan yang terang di pagi hari, produksi melatonin di malam hari terjadi lebih cepat, dan lebih mudah tertidur di malam hari. Selain itu, peningkatan fase ritme melatonin akibat sinar matahari terbukti efektif dalam melawan insomnia.

Halaman:

Editor: Hilman Hilmansyah

Sumber: parenting.firstcry.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X