Ternyata, Sering Menggendong Bayi Dapat Membuatnya Tumbuh Lebih Cerdas

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Sabtu, 18 Mei 2024 | 21:01 WIB
Menggendong Bayi (Kelly Sikkema/unsplash+)
Menggendong Bayi (Kelly Sikkema/unsplash+)

6. Menyukseskan Pemberian ASI Eksklusif

Menyusui dan menggendong memiliki keterkaitan yang erat. Dengan sering berada di gendongan maka semakin mudah bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Walhasil, nutrisi bayi pun akan terpenuhi sehingga bayi akan tumbuh lebih sehat. Menggendong pun dapat memuaskan bayi menyusu sehingga pertambahan BB-nya bagus. Pada bayi yang sulit menyusu pun bisa tertangani lebih mudah karena kita bisa menyusuinya sambil menggendong dan berjalan-jalan.

7. Memudahkan Ibu Beraktivitas

Betapa banyak orangtua harus “terjebak” di dalam rumah, tidak bisa beraktivitas dan tidak bisa keluar rumah. Alasannya, karena mereka harus menunggui bayinya di dalam boks bayi. Tetapi bagi mereka yang suka menggendong bayi tak ada alasan untuk tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah atau keluar rumah. Sebab bayi bisa digendong dan dibawa kemanapun. 

 Baca Juga: Manfaat Vitamin B12 untuk Bayi, Bila Kurang Bisa Sebabkan Masalah Ini  

Ambil Posisi yang Tepat Saat Menggendong

Meski sebagian besar kita bisa menggendong bayi namun jangan asal ya Moms. Posisi menggendong harus tepat supaya bayi merasa nyaman dan aman. Berikut beberapa posisi yang perlu kita perhatikan.

- Usia 0-3 Bulan

Banyak orangtua yang takut menggendong bayi. Memang perlu belajar, caranya mendekat ke bayi lalu bungkukkan badan dan selipkan satu tangan kita ke bagian leher untuk menyangganya. Dilanjutkan dengan meletakan tangan di bagian belakang tubuh bayi untuk menopang punggung dan bokongnya. Selanjutnya, pastikan bagian punggung, leher, dan kepala bayi diletakkan di lipatan siku lalu bagian belakang tubuh bayi ditopang oleh telapak tangan sehingga bokong dan kakinya otomatis ditopang lengan (cradling hold ). Lalu dekatkan wajahnya ke dada kita sehingga ia merasa nyaman. Semuanya harus dilakukan secara perlahan.

Posisi lain yang bisa dilakukan; posisi tegak, kepala bayi di atas bahu dan menghadap ke belakang. Topang leher dan kepalanya dengan satutangan sementara tangan lainnya menopang bokong dan sebagian punggung. Posisi duduk, bisa dilakukan di usia 1 bulan ke atas. Bayi diposisikan setengah duduk di atas lengan sementara lengan yang lain memegang dada dan kepalanya yang bersandar di dada. Dan posisi shoulder hold yaitu bayi digendong dalam posisi tegak 45 derajat dengan perut bayi bersentuhan dengan dada ibu. Syaratnya, bayi harus sudah bisa mengangkat lehernya ketika tengkurap.

ika menggunakan kain gendongan pastikan tubuh bayi sudah tersangga dengan baik. Pasang kain gendongan secara baik. Sering-seringlah melihat posisi bayi karena bisa saja posisi bayi berubah dan membuatnya tak nyaman. Ubah kembali ke posisi yang menurut kita bayi merasa lebih nyaman. Beberapa kain gendongan lebih fokus menyangga tubuh bayi bagian bawah, karena itu gunakan tangan kita untuk menyangga tubuh bagian atas bayi.

- Usia 3-6 Bulan

Di usia ini biasanya bayi lebih senang digendong dengan posisi duduk menghadap ke depan. Pasalnya, bayi sudah mampu duduk di pangkuan dan tidak betah dibaringkan. Di usia 4 bulan, posisi bayi sudah lebih luwes, bisa digendong menghadap ke depan, belakang, atau berhadapan.  Lalu di usia 5 bulan, sebaiknya gunakan kain gendongan karena tubuhnya sudah semakin berat. Posisinya bisa didudukkan di pinggang, di depan perut dengan posisi berhadapan, dengan ditopang salah satu lengan. Dengan begitu kita tetap bisa melakukan aktivitas lebih mudah.

- Usia di atas 6 Bulan

Mengingat ototnya sudah kuat, banyak posisi menggendong yang bisa dilakukan di usia ini. Kita bisa menggendongnya dengan cara didudukkan di depan dada dengan satu tangan menopang bokong dan tangan lainnya melingkar di perut, menggendong duduk dengan posisi setengah berhadapan dengan satu tangan menopang bokong dan tangan lain menopang pinggang, atau menggunakan alat gendong punggung dimana bayi digendong di atas punggung.

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X