Ini Lo Moms, 10 Langkah Mudah Merawat Kulit Bayi Agar Tetap Sehat

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Senin, 6 Mei 2024 | 23:15 WIB
Foto bayi dengan andalkan cahaya dari jendela (thebump)
Foto bayi dengan andalkan cahaya dari jendela (thebump)

5. Segera Ganti Popok Jika Basah 

Popok yang basah karena kencing atau feses segera ganti. Sebab, jika lama tidak diganti bisa menimbulkan ruam, yaitu kelainan kulit yang timbul akibat radang di daerah tertutup popok. Bagian yang tertutup popok mudah mengalami peradangan karena kulitnya hangat dan lembap serta peka terhadap bakteri serta senyawa yang dapat mengiritasinya. Eksim popok juga bisa muncul karena adanya zat-zat tajam, yang biasa ada dalam faeces bayi, yang menimbulkan peradangan di sekitar anus.

Tak hanya rajin mengganti, pilih kain popok yang terbuat dari bahan lembut dan cara pemakaiannya tidak terlalu ketat agar kulit tidak tergesek. Boleh saja sebelum memakaikan popok usapkan krim pelindung kulit.

6. Pilih Kosmetika Bayi yang Aman

Moms mungkin ingin menggunakan kosmetika pada bayi seperti losion bayi, krim bayi, minyak wangi, dan lainnya. Boleh saja tapi  penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi kulit bayi. Mulai dari zat warna, bahan pengawet, juga kadar pH yang cocok untuk kulit bayi. Selain itu, gunakan secara benar dengan mengikuti aturan yang tertera dan jangan berlebihan. Soalnya, penggunaan kosmetika yang berlebihan akan membuat sumbatan pada pori-pori sehingga memunculkan ruam-ruam juga dikhawatirkan akan menipiskan kulit bayi di samping bahaya yang mungkin timbul jika diserap ke dalam badan.

7. Hindari Paparan Langsung Sinar Matahari

Hindari bayi dari terpaan langsung sinar matahari, terutama di siang hari. Sebab kulit bayi mudah bereaksi jika terkena terik matahari.  Bila ingin membawanya ke luar rumah sebaiknya gunakan payung, topi, atau menggunakan krim pelindung matahari (sunblock) yang mempunyai SPF 20.

Nah, bila bayi harus dijemur untuk mendapatkan tambahan vitamin D demi pertumbuhan tulangnya, sebaiknya lakukan di bawah jam sembilan pagi. Namun pada daerah tertentu yang tingkat polusinya cukup tinggi seperti Jakarta, sangat dianjurkan menjemurnya di bawah jam delapan pagi. Di dalam rumah pun sebaiknya gunakan lampu yang pencahayaannya soft yang pencahayaannya terasa nyaman di mata maupun di kulit.

Baca Juga: Yuk Kenali 10 Gejala Gangguan Kesehatan Pada Bayi

8. Ventilasi Memadai atau Pasang AC

Rumah harus memiliki ventilasi yang baik supaya sirkulasi udara lancar sehingga suasana rumah menjadi sejuk. Tetapi, saat ini, cuaca begitu panas sehingga tak cukup diatasi dengan pengaturan sirkulasi. Jika demikian, Moms bisa menggunakan pendingin ruangan.

9. Cuci Pakaian dengan Sabun Cair

Karena begitu sensitifnya, jenis sabun untuk mencuci pakaian bayi pun sebaiknya pilih yang cair. Soalnya, sabun deterjen umumnya lebih tajam. Bila tertinggal di baju sangat mungkin akan membuat kulit bayi teriritasi. Atau Moms boleh menggunakan sabun krim asal terlebih dahulu dicampur dengan air sehingga menjadi cair.

10. Jangan Biarkan Kuku Bayi Panjang

Jangan biarkan kuku bayi panjang.  Bayi kan suka menggaruk, dikhawatirkan akan menggores kulitnya sehingga mudah mendatangkan kuman. Apalagi jika kuku bayi kotor, jarang dibersihkan, resikonya kan lebih tinggi.  Jika melihat kuku bayi mulai panjang dan Moms belum sempat memotongnya, gunakan sarung tangan bayi.

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X