Ini yang Didapat Bayi Kala Ia Bermain Bersama Ayahnya

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Kamis, 2 Mei 2024 | 19:27 WIB
Ayah Bermain Bersama Bayi (Irfan Hasuki)
Ayah Bermain Bersama Bayi (Irfan Hasuki)

- Permainan Ci Luk Ba

Permainan menutup-buka wajah dengan tangan atau menghilang–timbul di balik pintu atau dinding ini, bayi belajar memahami konsep hilang dan ada. Kemudian, mengenal bentuk-bentuk emosi yang ditunjukkan lewat mimik ayah. Ada tertawa, gembira, atau sedih.

Sambil bermain Ci Luk Ba, ayah dapat melakukan sentuhan-sentuhan ringan atau menimang-nimangnya. Dengan bermain seperti ini gejolak-gejolak emosi bayi bisa diredakan sehingga anak bisa kembali relaks. Modal ini sangat penting untuk perkembangannya kelak.

- Balok Warna-warni

Bermain balok warna-warni, bayi akan belajar untuk mengenal ragam warna dan bentuk, serta melatih motorik kasarnya ketika dia berusaha untuk meraih benda-benda tersebut. Anak pun mulai belajar untuk mengenal dunia sekitarnya, baik orang-orang yang ada di sekitarnya maupun benda-benda yang ia temui dalam bermain. Biasanya permainan ini sangat menyenangkan sehingga bayi akan tertarik lagi bila diulang kembali.

- Bermain Boneka atau Mobil-mobilan

Biasanya, bermain boneka atau mobil-mobilan, baru dapat dilakukan ketika bayi sudah bisa duduk antara usia 4-7 bulan. Dengan panduan ayah, bayi akan lebih leluasa untuk memainkannya.

Jenis permainan ini akan memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan kreativitasnya. Misalnya pada saat anak mencontoh apa yang dilakukan ayahnya anak akan berusaha untuk mengembangkan daya imajinasinya. Perkembangan fisik motorik halus dan kasar, lewat genggaman dan gerakan, bisa ikut dikembangkan. Dengan begitu anak dapat mengoptimalisasikan perkembangan fisik-motoriknya.

Baca Juga: Game Online Asyik, Tapi Gangguan Kesehatan Mata Mengintai

  • Bermain Kuda-kudaan

Biasanya, bayi senang sekali menjadikan tubuh orang tuanya sebagai objek mainan. Seorang ayah bisa saja mengubah dirinya menjadi kuda-kudaan, pesawat terbang, atau mobil. Lewat permainan ini, interaksi antara ayah dengan anak akan terjalin sangat erat karena terjadi sentuhan secara langsung.

Bermain bersama seperti ini dapat melatih anak untuk tidak bersifat egosentris. Anak dapat mengembangkan kemampuan berinteraksi dengan orang lain, peka, mau memantau, dan dapat bekerja sama, dimulai dengan melakukan aktivitas bermain dengan ayahnya.

- Bermain dengan Benda Bergerak

Ketika anak sudah mulai merangkak atau berjalan, ayah dapat memilihkan permainan yang tidak melulu statis. Misalnya, kita dapat menggelindingkan bola yang kemudian di kejar anak. Selain kedekatan, juga dapat melatih koordinasi motorik kasar dan halus lewat pergerakan merangkak, berjalan, serta meraih dan menggenggam. Di samping itu anak juga dapat menyalurkan kelebihan-kelebihan energi yang apabila tidak tersalurkan membuat anak gelisah, lemas, dsb.

- Bermain di Taman

Lingkungan pun bisa dijadikan sebagai objek untuk bermain, di halaman misalnya. Sambil bermain, ayah dapat memperkenalkan berbagai jenis benda yang ada di sekelilingnya, mulai dari batu, pohon, pagar, dan sebagainya. Dengan begitu, anak akan mulai mengenal lingkungannya serta mulai menambah perbendaharaan kata-katanya.

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X