- Bedong atau Swaddling
Membedong bayi dengan kain yang lembut dan hangat bisa memberikan rasa nyaman, seperti saat ia berada dalam rahim. Pastikan bedongan tidak terlalu ketat, ya!
- Gendong Bayi dengan Posisi Tegak
Kolik sering terjadi karena gas di perut. Gendong bayi secara tegak di dada kamu sambil mengelus punggungnya pelan-pelan bisa membantu udara keluar dari saluran cerna.
- Gunakan White Noise
Bayi terbiasa dengan suara denyut nadi dan cairan ketuban saat di dalam rahim. Kamu bisa menyalakan white noise, suara kipas, atau bahkan aplikasi suara “hujan” untuk membuat bayi lebih tenang.
- Ayunan Lembut atau Digendong Jalan
Gerakan lembut bisa menenangkan sistem saraf bayi. Coba ayunan pelan dengan stroller, atau gendong sambil berjalan di sekitar rumah.
- Pijat Perut dengan Lembut
Pijat lembut di sekitar perut dengan gerakan melingkar searah jarum jam bisa membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi kembung. Gunakan minyak telon atau baby oil yang aman.
- Buat Suasana Tenang dan Gelap
Jika bayi overstimulasi, cobalah bawa ke ruangan gelap dengan suasana hening. Kurangi cahaya terang, suara bising, dan aktivitas yang ramai.
- Menyusui dengan Teknik yang Benar
Pastikan bayi menempel dengan benar saat menyusu agar tidak terlalu banyak menelan udara. Setelah menyusu, jangan lupa sendawakan bayi.
- Perhatikan Pola Makan Ibu Menyusui
Beberapa makanan seperti brokoli, kol, produk susu, atau makanan pedas bisa memicu gas pada bayi. Cobalah pantau makanan yang kamu konsumsi, dan lihat apakah ada pengaruh ke kondisi bayi.
- Mandikan dengan Air Hangat
Mandi air hangat bisa membuat tubuh bayi lebih rileks. Tambahkan pijatan lembut setelah mandi agar efeknya makin maksimal.
- Konsultasikan dengan Dokter
Jika kamu sudah mencoba berbagai cara tapi bayi tetap kolik atau tangisannya terdengar "tidak biasa", jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Bisa jadi ada kondisi lain yang perlu ditangani.
Baca Juga: Tanda Anak Mengalami Speech Delay: Kenali Sejak Dini Agar Tidak Terlambat Ditangani
Catatan untuk Orang Tua: Tetap Tenang dan Sabar
Kolik bukan karena kamu “gagal” menjadi orang tua. Ini hanyalah fase yang umum terjadi dan tidak berbahaya bagi bayi, meskipun sangat melelahkan secara fisik dan mental.
Kalau kamu mulai merasa kewalahan:
- Minta bantuan pasangan atau anggota keluarga
- Ambil waktu sebentar untuk menenangkan diri
- Jangan malu menceritakan perasaanmu ke teman atau komunitas parenting
- Istirahat cukup saat bayi tidur
Kesehatan mental orang tua juga penting. Kamu harus kuat bukan hanya untuk merawat bayi, tapi juga untuk dirimu sendiri