SMARTPARENT.ID Pernah, kan Moms, anak batita kita berperilaku rada unik. Dia gemar sekali memakai seragam sekolah kakaknya, membawa tas, dan berlaku seperti orang yang sedang membaca buku. Apakah itu pertanda kalau dia sudah ingin sekolah?
Baca Juga: Yuk Cerdaskan Otak Anak dengan Belajar Mengelompokkan
Nanti dulu, jangan langsung mengira bahwa anak tersebut memang sudah ingin sekolah. Apalagi buru-buru memasukkannya ke preschool. Perilaku tersebut belum tentu mengindikasikan bahwa anak ingin segera disekolahkan. Anak sedang berada dalam fase peniruan dan eksplorasi.
Bermain Pura-pura dan Eksplorasi
Di usia 2-3 tahun, anak sedang mengalami fase di mana dia sangat menikmati bermain pura-pura. Dia seringkali meniru apapun yang pernah dilihatnya, termasuk kakaknya yang suka memakai seragam sekolahnya. Ketika melihat kakak memakai seragam, timbul keinginan anak untuk menirunya. Peniruan ini tidak sebatas memakai seragam, tetapi meniru apa yang biasa dilakukan kakaknya. Misalnya, berpura-pura sedang berangkat ke sekolah, belajar di sekolah, sampai berpura-pura kalau dia sedang berada dalam perjalanan pulang dari sekolah. Hal inilah yang seringkali dikira orang tua kalau anaknya sudah ingin disekolahkan.
Memang, dari modeling tersebut, anak seakan-akan menunjukkan keinginan untuk sekolah. Apalagi, anak menambahkannya dengan kata-kata bahwa dia mau sekolah. Perilaku ini, belum tentu anak benar-benar ingin sekolah, perilaku dan ucapannya ditiru dari kakak atau orang tuanya. Apalagi bila anak sering melihat kakaknya yang setiap pagi dijemput mobil sekolah, modeling seperti ini sangat mungkin dilakukan anak.
Perilaku pura-pura ini didukung oleh keinginan anak untuk bereksplorasi. Di usia ini, eksplorasi pada anak sangat besar, dengan menunjukkan berbagai sikap. Untuk melakukan eksplorasi ini anak sudah didukung dengan kemampuan motorik kasar dan halusnya. Dia bisa berjalan, berlari, melompat, dan sebagainya. Imajinasinya pun sudah mulai tumbuh.
Umumnya, setiap anak akan mengalami pura-pura, eksplorasi, banyak tanya, berlaku semaunya. Namun, ada anak yang lebih cepat berproses, ada juga yang lambat melakukannya. Ada anak awal 2 tahun sudah bisa bermain pura-pura, tetapi ada pula anak hingga usia 4 tahun belum bisa melakukan hal seperti ini.
Namun sebenarnya, anak usia ini belum mengerti konsep sekolah itu sendiri. Apakah dengan memakai seragam, membawa tas, membaca buku, itu kegiatan sekolah atau bukan, anak usia ini belum terlalu memahaminya. Pokoknya, anak hanya memperhatikan dan meniru tingkah laku kakaknya tersebut. Anak belum memahami konsep sekolah, meskipun dia sudah bisa mengucapkannya. Ketika ditanya misalnya, mau kemana Tasya? “Mau sekolah.” Dia memang bisa menjawab tetapi sebenarnya, dia belum mengerti arti dari sekolah itu sendiri.
Baca Juga: Mengatasi Demam pada Anak Akibat Kelelahan: Penyebab, Tanda, dan Cara Penanganannya
Tak Perlu Buru-buru Menyekolahkan Anak
Meskipun perilaku anak sudah menunjukkan keinginannya bersekolah, namun Moms sebaiknya tidak gegabah. Lihat perilaku anak lebih cermat. Apakah anak sekedar modeling, eksplorasi, atau memang benar-benar ingin bersekolah.
Untuk mengetahuinya bisa melihat dengan gejala yang ditunjukkan anak. Biasanya bila gejala tersebut hanya timbul beberapa saat saja dan setelah bosan dia akan meninggalkannya mungkin dia sekadar modeling. Tetapi kalau anak intens melakukannya dan sudah berulangkali dia mengungkapkan keinginannya, “Aku mau sekolah seperti kakak!” mungkin anak memang benar-benar sudah ingin bersekolah. Dari situ Moms bisa menilai apakah anak memang benar-benar serius ingin sekolah atau tidak.
Namun begitu, Moms tetap perlu mencermatinya lagi. Mungkin keinginan itu timbul karena anak tertarik dengan arena bermain di sekolah si kakak. Sebaiknya Moms melakukan observasi lebih dalam. Soalnya, banyak, kan, anak hanya tertarik untuk main di taman bermain sekolah kakaknya, padahal dia sama sekali tidak beritikad untuk sekolah. Untuk hal ini, ajaklah anak bermain ke sekolah. Biarkan dia merasakan bersekolah itu seperti apa. Bila dia hanya asyik bermain di taman bermain, berarti terjawab, keinginannya itu hanya ingin bermain bukan sekolah betulan. Jadikan momen ini sebagai ajang perkenalan sekolah buat anak.