SMARTPARENT.ID Moms, kita bisa mendeteksi keterlambatan komunikasi dan berbicara anak sejak dini. Perlu dilakukan supaya kemampuan bicara anak perkembang pada range normalnya. Beberapa hal bisa dicermati, misalnya di usia 10 Minggu bayi belum mampu tersenyum sosial, kemudian di usia 3 bulan ia belum mampu mengeluarkan suara, juga belum mampu membabling. Di usia 6 bulan seharusnya anak sudah mampu merespon suara dengan cara menoleh ke arah suara namun ia belum mampu melakukannya. Reaksi terhadap lingkungannya pun belum juga muncul di usia 8 bulan. Jika hal ini terjadi pada anak sebaiknya konsultasikan pada dokter untuk melihat perkembangan anak.
Baca Juga: Cek Yuk Moms, Apakah Batita Kita Telat Berbicara
Di usia 10 bulan, seharusnya anak bereaksi jika dipanggil karena ia sudah mulai memahami namanya. Namun ia belum mampu melakukannya. Kita perlu curiga karena mungkin saja ia mengalami keterlambatan dalam soal pemahaman. Jika di usia 15-18 bulan ia belum mampu mengucapkan satu kata pun, tidak bereaksi terhadap suara-suara, mungkin ia mengalami kendala dalam perkembangan komunikasi dan bahasanya. Padahal seharusnya di usia 18 bulan ia sudah mampu menyebut sedikitnya 10 kata tunggal. Apalagi jika menjelang usia 2 tahun ia belum mampu merangkai kata, kemungkinan besar ia mengalami keterlambatan berbicara.
Selanjutnya, di usia 24 bulan anak tidak memahami perintah sederhana seperti berdiri atau duduk, belum mampu mengenal apalagi menyebutkan bagian tubuhnya, jarang sekali terlihat menyebut kata, meski sudah menyebut kalimat namun kita tidak memahaminya, dan di usia 3 tahun ia belum mampu mengucapkan kalimat sederhana yang terdiri dari 3 kata. Jika demikian yang terjadi sebaiknya konsultasikan ke ahli untuk mengobservasi apa penyebabnya sehingga perlu diatasi segera.
Baca Juga: Banyak Gangguan Bicara Anak, Cari Tahu Yuk Moms
Observasi yang dilakukan biasanya dokter akan memeriksa taraf kemampuan bicara anak dengan menyesuaikan kepada range yang seharusnya ia capai. Kemudian memeriksa fisiknya, apakah ada masalah dengan organ bicaranya, organ pendengarannya, karena untuk mampu berbicara ia kan harus mendengar contoh. Jika bermasalah dengan pendengarannya maka anak sulit mengucapkan karena tak tahu apa yang ingin diucapkan. Atau mungkin organ bicaranya yang terganggu seperti lidahnya, langit-langitnya, yang terganggu. Sehingga butuh treatment sehingga ia mampu berbicara dengan baik. Kalau ada anak yang mengalami kesulitan berbicara, maka kemungkinan ia akan kesulitan mengisap. Jika ada masalah di organnya, tetap bisa diatasi dengan menggunakan terapi wicara.