SMARTPARENT.ID Senang sekali jika batita kita bisa berbicara lancar. Meski bukan hal yang mutlak namun lancar bicara bisa menunjukkan jika pertumbuhan kecerdasan anak berjalan dengan baik. Sebab, proses berbicara sangat kompleks, mulai dari mendengar, meresapi, memproses, sampai diucapkan dengan melibatkan otot-otot mulut.
Baca Juga: Banyak Cara Agar si Kecil Suka Buah dan Sayur
Mungkin si Kecil Kurang Stimulasi atau Gangguan Organ
Anak sudah mulai mampu berbahasa, lebih tepatnya berkomunikasi, sejak ia bayi. Komunikasi pertama yang bisa ia lakukan adalah menangis. Ketika ia lapar, haus, cemas, tidak nyaman, ia berusaha memberitahu orang di sekitarnya dengan cara menangis. Kemudian berkembang, bayi mampu tersenyum, menggeleng, menepis makanannya, membabling, menunjuk, dan lainnya. Ini adalah bagian dari perkembangan dasar kemampuan berbahasa anak. Di usia 1 tahun anak mulai mengucapkan kata pertamanya. Umumnya yang mudah untuk diucapkan seperti mama, papa, tata, dan lainnya.
Tidak setiap anak memiliki kemampuan berbahasa yang sama. Ada yang cepat berbicara dan lancar, ada yang biasa-biasa saja, ada juga yang lambat. Khusus pada anak yang mengalami keterlambatan bicara hal ini terkait dengan beberapa hal. Misalnya, organ yang mendukung kemampuan bicara anak seperti fungsi otot mulut dan fungsi pendengaran terganggu. Otot mulut yang terganggu membuat anak sulit untuk bicara, jika organ pendengaran yang terganggu anak tidak bisa mendengar contoh sehingga ia tak bisa mengucapkan kata atau kalimat. Keterlambatan bicara pun bisa dikarenakan anak kurang mendapatkan stimulasi. Ia tidak sering diajak komunikasi sehingga jarang berlatih bicara sehingga kemampuan bicaranya pun kurang baik.
Baca Juga: Yuk Ajak Anak Makan Buah dan Sayur, Kaya Nutrisi Lo Moms
Keterlambatan bicara pun bisa disebabkan oleh kemampuan kognitif dan daya ingat anak yang rendah. Setiap anak kan memiliki kemampuan yang berbeda-beda, ada yang bagus, ada yang tidak. Anak yang kemampuan kognitif dan ingatannya rendah maka butuh proses yang lebih lama dalam mencerna contoh, diproses di dalam otaknya, kemudian menirukannya. Ibaratnya kalau di dunia komputer, loadingnya lama. Mungkin ia bisa meniru kata yang kita ucapkan namun karena kognitifnya rendah ia lupa atau ia masih mengingat namun diucapkan terbalik. Misalnya, kata makan jadi kanma, kangkung jadi kungkang, sate jadi tesa, dan lainnya. Loadingnya agak lama butuh proses lebih lama. Walhasil ia pun akan lebih lambat dalam menguasai bahasa. Sebaliknya anak yang kognitif dan daya ingatnya baik maka ia akan lebih cepat untuk menyerap dan meniru ucapan orang lain.