Solusi :
Bimbing anak untuk membelai, menyentuh, memegang dengan cara pegang tangannya lalu bimbing ke tempat yang ia ingin belai, rambut misalnya. Sangat baik jika kita mengucapkan kalimat yang memupuk rasa sayangnya kepada adik, “Kakak sayang adik ya, yuk dibelai!” misalnya. Hindari memarahi karena maksud anak kan bukan menyakiti melainkan menyayangi. Jika dimarahi akan terjadi salah konsep pemikiran pada anak, “ternyata aku tidak boleh menyayangi adik!” misalnya.
- Perilaku yang Sangat Aktif
Beberapa anak mengalami gangguan emosi, perkembangan motorik, dan juga perilaku seperti pada anak hiperaktif. Tak harus membuatnya kesal untuk memukul atau menggigit. Jika ia ingin melakukannya maka akan ia lakukan. Apalagi jika ada stimulus, misalnya ia menginginkan sesuatu yang dipegang anak lain, bisa saja ia menyakiti temannya. Tak hanya memukul atau menggigit tetapi bisa saja menjambak, menendang, mencubit, dan lainnya.
Solusi :
Jika anak memang mengalami gangguan perilaku, hiperaktif misalnya, segera jauhkan anak dari adik atau temannya. Ini cara terbaik karena kita tidak bisa memberi arahan secara instan agar anak mengubah perilakunya. Selanjutnya, kita perlu benar-benar memperhatikan perilakunya karena siapa tahu ia melakukan hal yang membahayakan dirinya atau orang lain. Terapi perilaku di klinik untuk anak berkebutuhan khusus sangat dianjurkan untuk memperbaiki perilakunya.
Baca Juga: Moms, Yuk Ajari Anak Melepas Baju
- Kelebihan Energi
Beberapa anak memiliki energi yang berlebih. Ia tidak bisa diam, lari sana-sini, lompat, naik tangga, bahkan terkadang suka memukul.
Solusi :
Salurkan “hobi” pukulnya dengan dengan melakukan kegiatan yang dapat menguras energinya. Misalnya, belikan drum-drum an untuk ia pukul, buatkan bantal berisi kapas dan gantung untuk jadi tempat memukul, ajak ia ke tempat outbound, dan lainnya.
- Sedang Tumbuh Gigi
Ketika tumbuh gigi, anak bisa merasakan gatal atau tidak nyaman pada gusinya. Ia mungkin kesal, bingung, bagaimana cara mengatasinya. Salah satu cara yang mungkin ia lakukan adalah dengan menggigit entah ke baju, sendok, bahkan tangan Mama atau papanya.
Solusi :
Periksalah gigi anak, lihat apakah ada tanda-tanda tumbuh gigi atau tidak. Biasanya, gusi anak akan lebih keras dan berwarna agak keputihan bahkan terkadang disertai demam jika gigi akan erupsi atau keluar dari gusi. Jika benar, kita bisa memberinya kue atau makanan yang bisa ia gigit-gigit atau kunyah untuk mengatasi rasa gatal atau tidak nyaman. Kita juga perlu bilang bahwa ia lebih baik menggigit makanan daripada menggigit orang lain karena orang lain bisa merasa kesakitan.