balita

Anak Saya Sekadar Aktif atau Hiperaktif

Jumat, 30 Agustus 2024 | 22:25 WIB
Anak hiperaktif (Germán TR/Pexels)

SMARTPARENT.ID Ketika melihat anak begitu aktif Moms perlu melakukan observasi. Biasanya anak yang sekadar aktif lebih mudah diberikan arahan. Berbeda dengan anak yang hiperaktif, biasanya sulit berkonsentrasi. Fokus perhatiannya pun sangat sebentar.

Baca Juga: Anak Saya Tidak Bisa Diam, Hiperaktif Bukan Ya?

Jika kita memahami bahwa anak aktif atau hiperaktif maka penanganan selanjutnya bisa dilakukan dengan tepat. Yang perlu dilakukan orang tua adalah sebagai berikut :

  1. Ketahui Kondisi Anak

Orang tua tahu kondisi yang sebenarnya pada anak. Bila memang positif hiperaktif, maka kita harus sadar bahwa anaknya memiliki kelainan dan memerlukan penanganan khusus. Bila hal ini sudah dimiliki mungkin orang tua akan lebih kuat untuk melakukan penanganan selanjutnya. Sadari bahwa anak bukan ingin seperti itu melainkan kondisi otak anaknya yang sudah demikian sehingga muncul perilaku yang kurang positif.

Orang tua pun sebaiknya jangan menyimpan sendiri permasalahannya melainkan curhat ke orang yang dianggap bisa membantu meringankan permasalahannya meskipun hanya sekadar mendengarkan cerita saja. Hal ini untuk cooling down sehingga apa yang dilakukan bisa berjaalan dengan baik.

Selain itu, kerjasama antara suami-istri harus  dijalin dengan baik. Tidak bisa hanya istri atau suami saja yang menanganinya melainkan harus keduanya dengan saling mendukung satu sama lain. Sangat baik bila kakek-nenek atau saudara kita yang lain bila mereka bisa ikut memahami apa yang kita hadapi.

  1. Memperbaiki Perilaku

Hal lain yang juga harus ditangani segera adalah perilaku anak yang destruktif, seperti perilaku destruktif, jahilin orang, membangkang, dan sebagainya. Hal ini sangat penting karena hal inilah yang dianggap paling utama untuk ditangani agar perilaku anak bisa terarah. Tentu, untuk melakukannya kita harus meminta bantuan ahli seperti psikolog. Nah dengan arahan psikolog kemudian kita bisa mengarahkannya di rumah dengan lebih lunak.

Cara menanganinya tidak bisa sembarangan, harus tetap. Mislanya Salurkan energinya ke kegiatan-kegiatan positif, ikutsertakan pada kegiatan yang ia sukai. Bila bosan, ganti dengan yang lain lagi. Usahakan energinya habis untuk kegiatan yang positif.

Baca Juga: Ini Lo Moms Ciri-ciri Anak Aktif. Berbeda dengan Hiperaktif

  1. Lakukan Terapi Jika Gangguannya Berat

Bila memang sudah terlanjur parah, terapi perilaku mungkin dilakukan. Misalnya terapi psikososial, educational, ocasional, dan psikoterapi. Dalam terapi ini anak akan diajarkan perilaku mana yang boleh dan tidak. Untuk mengeliminir perilaku hiperaktifnya mungkin saja. Namun obat-obatan sedapat mungkin dihindari karena efek samping penggunaannya, misalnya mengantuk, nafsu makan berkurang, sulit tidur, tic (semacam kedutan), nyeri perut, sakit kepala, cemas, perasaan tidak nyaman, serta kreativitasnya terhambat. Dalam jangka panjang semua ini bisa memberikan efek negatif terhadap sistem saraf, yakni menyebabkan kecanduan/ketergantungan obat, bahkan sampai ia dewasa. Obat baru digunakan bila dalam kondisi terpaksa.

  1. Moms Perlu Sediakan sarana

Anak hiperaktif yang senang dengan lari-larian, lompat, dsb.,  sebaiknya ruangan yang digunakan untuknya bermain tidak terlalu sempit, banyak barang, pajangan, dsb. Berikan ruangan yang cukup dengan seminimal mungkin barang-barang. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang merugikan, anak terpentok, tersandung, atau bahkan memecahkan barang-barang berharga kita. Sangat baik bila kita menyediakan ruangan khusus bagi anak atau mengajaknya bermain di halaman yang luas bila memang tersedia.

Baca Juga: Benarkah Balita yang Suka Bermain Bola Ia Berbakat Sepakbola?

Tags

Terkini

Bagaimana Mengajarkan Empati pada Anak Balita?

Kamis, 12 Juni 2025 | 20:40 WIB

Moms, Aku Mau Videocall Ayah!

Rabu, 26 Februari 2025 | 07:56 WIB

Ketika Anak Tak Mau Pakai Baju, Bolehkah Kita Memaksa?

Selasa, 25 Februari 2025 | 21:18 WIB

Jangan Mengancam Anak Tetapi Berikan Ia Penjelasan

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:51 WIB

Moms, Jangan Pernah Mengancam Anak, Ya!

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:41 WIB

Biarkan Anak Corat-coret, Disitu Tumbuh Kreativitas

Senin, 24 Februari 2025 | 17:06 WIB

Moms, Perlu Lo Sesekali Anak Dibebaskan Bermain

Senin, 24 Februari 2025 | 15:52 WIB

Bila Anak Suka Tak Sopan, Ini Cara Mengatasinya

Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:14 WIB

Ini Manfaat Buat Anak Saat Belajar di Meja Makan

Jumat, 21 Februari 2025 | 15:37 WIB

Saat Makan Saatnya Anak Belajar

Jumat, 21 Februari 2025 | 14:47 WIB