Kita tidak bisa menuntut anak untuk langsung dapat membereskan kamarnya sendirian, selain mood yang sering berubah-ubah, kemampuan memahami apa yang harus dilakukannya pun masih dangkal. Sulit bagi kita mengharapkan demikian. Sebaiknya, untuk awalnya, membereskan kamar dilakukan bersama-sama. Ketika kita membereskan seprei yang lecak misalnya, minta anak membantu kita dengan menahan ujung seprei yang lain. Dengan melakukannya berdua anak akan termotivasi sehingga lambat laun dia akan terlatih dan mau melakukannya sendiri.
- Lakukan Hal yang Ringan dan Mudah
Mintalah anak untuk melakukan hal yang ringan dan mudah. Misalnya meminta anak untuk meletakkan bantal dan guling dengan benar, mengambil sisa makanan yang jatuh ke lantai lalu memasukkannya ke tempat sampah, dan lainnya. Hal ini perlu kita perhatikan mengingat keterampilan anak dalam membereskan kamar belum terlalu baik sehingga tugas yang kita berikan dapat dilaksanakannya dengan baik. Jangan memintanya melakukan hal yang berat, menarik seprei yang lecak kemudian memasukkannya ke bawah kasur misalnya. Hal ini sulit dilakukan anak sehingga dikhawatirkan anak malah tidak mau dan malas membereskan kamarnya lagi.
- Ciptakan Suasana Ceria
Supaya anak mudah diajak membereskan kamar ciptakanlah suasana yang riang. Kita bisa melakukan beres-beres kamar sambil bernyanyi. Ambillah cuplikan lagu yang sesuai, seperti lagu Bangun Tidur yang bait demi baitnya mengisahkan aktivitas anak setelah bangun tidur. Bila suasananya ceria anak pun akan lebih semangat melakukannya. Jangan malah melakukannya sambil cemberut apalagi dengan marah-marah. Suasana ini akan membuat anak bete sehingga sulit mengajaknya membereskan kamar.
Baca Juga: Yuk Moms, Kenali Penyebab Kenapa Anak Takut ke Dokter
- Hindari Pemaksaan
Perhatikan mood anak. terkadang, setelah bangun tidur ia malas untuk melakukan aksi beres-beres. Bila saat itu dia tidak mau melakukannya jangan dipaksa. Toh membereskan kamar tidur bukan merupakan tugas wajib anak yang harus dilakukan setiap hari. Namun, jangan sampai toleransi ini sampai berlarut hingga aktivitas membereskan kamar terlupakan. Usahakan kita segera mengarahkannya lagi ketika anak sudah kembali ke mood semula.
- Beri Panduan Jelas
Berilah panduan yang jelas. Misalnya dengan menempelkan gambar mobil-mobilan di loker sebagai panduan anak bahwa di situlah ia harus meletakkan mobil-mobilannya. Atau menempelkan gambar baju di lemari supaya anak tahu bahwa di lemarilah dia harus meletakkan. Dengan panduan jelas ini supaya ketika anak akan meletakkan sesuatu mudah menemukan tempatnya.
- Perlu Diberikan Reward
Membereskan kamar merupakan tindakan yang sangat baik bila dilakukan anak. Untuk itu, ketika anak mau melakukannya maka berilah ia reward. Berbagai reward bisa kita berikan, mulai dari pelukan hangat, pujian, hingga hadiah makanan kesukaannya.