balita

Kiat Menumbuhkan Perilaku Sayang Si Kakak Kepada Adiknya

Sabtu, 27 Juli 2024 | 09:30 WIB
Kakak Sayang Adik (Edward Cisneros/unsplash)

SMARTPARENT.ID Ketika adik barunya lahir, ada satu harapan yang umum dalam diri kita yakni si kakak harus menyayangi adiknya dengan sepenuh hati. Dia juga harus mengerti bahwa adiknya perlu diperlakukan secara istimewa mengingat dia belum mampu melakukan segala sesuatunya sendiri. Tak heran, kita sering memaksa anak untuk mengalah, merelakan diri kita lebih fokus ke adiknya, merelakan waktunya dengan kita berkurang, dan sebagainya.

Sayangnya, keinginan kita sering tidak terwujud, si kakak tak menunjukkan sikap kasih sayang, perhatian, melainkan sikap permusuhan. Misalnya, ia tidak peduli kala si adik menangis, butuh ditemani, bahkan si kakak sering menjahili adiknya dan sering berulah negatif seperti tantrum, dan sebagainya.

Baca Juga: Anak Mudah Panik? Ini 7 Langkah Mencegah dan Mengatasinya

Perilaku Sayang Adik Perlu Ditumbuhkan dan Dilatih

Tidak munculnya sikap kasih sayang si kakak terhadap adiknya bukanlah semata-mata kesalahan si kakak melainkan kita lah yang menjadi sumbernya. Mungkin kita terlalu menuntut tanggung jawab kepada si kakak secara berlebihan padahal usianya masih balita, menuntut anak untuk memahami bahwa kita sedang sibuk dengan adiknya, dan sebagainya. Hal ini tidak bisa diterima anak karena pola pikirnya masih sangat terbatas dan masih melihat sesuatu dari sudut pandangnya sendiri. Dia masih ingin bebas tanpa harus terbebani dengan segala sesuatu termasuk dengan kehadiran adik barunya.

Mungkin juga sikap permusuhannya itu muncul karena cemburu. Dia beranggapan kalau kita lebih memihak adik dibanding dirinya. Apa-apa adik yang didahulukan, dipentingkan, lebih disayang, dan sebagainya. Karena kesal dia akan tidak peduli dengan adiknya sehingga terkesan tidak menyayanginya.

Untuk itu, kita perlu melakukan berberapa tindakan supaya si kakak lebih menyayangi adiknya, kita perlu mempersiapkan mentalnya, melatihnya, juga memberi contoh baik kepadanya. Bila hal ini bisa kita lakukan dengan baik anak pun akan memahami kenapa dia harus menyayangi adiknya.

- Tumbuhkan Rasa Sayang Si Kakak

Setiap akan menghadapi perubahan, termasuk kehadiran adik baru, si kakak perlu melakukan persiapan sehingga secara perlahan rasa sayangnya tumbuh. Nah, kita harus melakukannya sejak sang adik masih berada di dalam kandungan. Bisa dimulai ketika usia kandungan 4-5 bulan saat perut ibu sudah mulai membesar. “Lihat, ada adik kamu di dalam perut mama!” perkataan seperti ini bisa membuat si kakak lebih bersiap diri menerima kehadiran adik barunya. Lalu di akhir kehamilan kita bisa melakukan banyak hal untuk menumbuhkan rasa sayang ke si kakak. Misalnya, mengajak si kakak melakukan persiapan menyambut kedatangan adik baru dengan mengenalkan baju-baju adik, memasukkannya ke dalam tas, mengelus perut ibu sambil mengajaknya ngobrol, dan sebagainya.

Ketika akan melahirkan, baik sekali bila kita melibatkan anak. Misalnya dengan menerangkan kalau kita akan ke rumah sakit untuk melahirkan adik, kemudian kita minta adik untuk berada di rumah sambil merapikan dan mempersiapkan kamar, membereskan pakaian bersama pengasuh, dan lainnya. Hal lain, selama kita berada di rumah sakit pastikan si kakak tidak merasa disingkirkan. Ajak ia menjenguk si adik kemudian perkenalkan kepadanya. “Ini dia adik mu, cantik ya seperti kakaknya!” misalnya. Dengan demikian, si kakak akan merasa kalau ia sekarang sudah menjadi kakak, dia tidak merasa disingkirkan karena ikut dilibatkan dalam menyiapkan kedatangan adik.

Baca Juga: Bila Si Kecil Takut Ke Dokter, Ini yang Moms Harus Lakukan

- Libatkan Kakak Saat Mengurus Bayi

Banyak orangtua yang terlalu sibuk mengurus si adik sehingga sang kakak pun terlantar. Padahal sebelum adik lahir, si kakak selalu menjadi pusat perhatian. Hal inilah yang bisa memicu kebencian dia terhadap adiknya. “Sebal, gara-gara adik mama dan papa tidak sayang lagi sama aku!” misalnya. Nah, bila kebencian ini terus terpupuk tak mustahil sampai dewasa dia akan terus membenci adiknya.

Meskipun si kecil butuh perhatian besar sebaiknya tak membuat kita lupa memperhatikan si kakak. Sebab, si kakak pun masih butuh perhatian yang besar dari kita. Untuk itu jangan kurangi perhatian kepada si kakak, usahakan semuanya berjalan normal. Ketika kita harus memandikannya, menyuapinya makan, memakaikan baju, dan sebagainya, usahakan semuanya berjalan seperti semula. 

Halaman:

Tags

Terkini

Bagaimana Mengajarkan Empati pada Anak Balita?

Kamis, 12 Juni 2025 | 20:40 WIB

Moms, Aku Mau Videocall Ayah!

Rabu, 26 Februari 2025 | 07:56 WIB

Ketika Anak Tak Mau Pakai Baju, Bolehkah Kita Memaksa?

Selasa, 25 Februari 2025 | 21:18 WIB

Jangan Mengancam Anak Tetapi Berikan Ia Penjelasan

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:51 WIB

Moms, Jangan Pernah Mengancam Anak, Ya!

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:41 WIB

Biarkan Anak Corat-coret, Disitu Tumbuh Kreativitas

Senin, 24 Februari 2025 | 17:06 WIB

Moms, Perlu Lo Sesekali Anak Dibebaskan Bermain

Senin, 24 Februari 2025 | 15:52 WIB

Bila Anak Suka Tak Sopan, Ini Cara Mengatasinya

Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:14 WIB

Ini Manfaat Buat Anak Saat Belajar di Meja Makan

Jumat, 21 Februari 2025 | 15:37 WIB

Saat Makan Saatnya Anak Belajar

Jumat, 21 Februari 2025 | 14:47 WIB