balita

Jangan Biarkan Anak Terlena dengan Fasilitas

Kamis, 25 Juli 2024 | 09:30 WIB
Banyak studi memperlihatkan efektivitas kondom dalam mencegah ims alias infeksi menular seksual (jorgejimenez/pixabay)

SMARTPARENT.ID Banyak dampak buruk bila orang tua terlalu berlebihan dalam memberikan fasilitas pada anak. Dampak-dampak ini akan semakin menetap bila fasilitas yang berlebihan berlangsung terus sampai anak besar. Misalnya :

  1. Akan timbul sifat yang tidak terlalu menghargai terhadap barang yang dimilikinya maupun terhadap barang milik orang lain. Hal ini terjadi karena anak dengan begitu mudah mendapatkan apa yang diinginkannya dan bila hilang atau rusak, diapun bisa memintanya kembali.
  2. Kebiasaan mendapat fasilitas pun akan membuat anak menjadi tidak bisa mandiri. Misalnya, ketika mainannya kotor sedikit sebenarnya bisa dibersihkan dan mengkilap kembal. Namun karena dia tahu bisa memintanya lagi dengan mudah, bisa saja anak langsung membuangnya. Membersihkan mainan yang kotor atau menempel sedikit bagian yang rusak, bila diajarkan sejak dini akan merangsang sifat mandiri anak.
  3. Terbiasa dengan fasilitas dan mudah mendapatkan barang akan membuat anak terlena dengan berbagai kemudahan. Nantinya, ketika anak tidak memiliki mobil-mobilan misalnya, kemudian dia melihat temannya sedang memainkannya, anak bisa saja langsung merebutnya. Sikap ingin senang sendiri, bila terus didiamkan, akan menetap hingga anak dewasa.
  4. Anak pun tidak dapat mengembangkan daya kreativitasnya dengan baik karena dia terbiasa mendapatkan sesuatu yang dinginkannya dengan mudah. Nantinya, anak tidak menjadi pribadi pekerja keras, mudah menyerah, selalu tergantung dengan orang lain, dan sebagainya.
  5. Terbiasa menerima juga akan membuat anak tidak terbiasa memberi. Anak selalu berharap bahwa orang di sekelilingnya akan terus memberi apa yang dia mau tanpa ada keinginan untuk memberi.
  6. Anak sulit menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berbeda dengan lingkungannya yang penuh fasilitas.

Baca Juga: Kiat Mendeteksi Apakah Si Kecil Tipe Perfeksionis atau Bukan 

Jangan Dibiasakan Sejak Dini

Kasih sayang yang terlalu besar ke anak sering membuat kita tidak dapat mengontrol pemberian fasilitas. Bila anak menginginkannya, dengan segera kita akan mengabulkannya. Sebaiknya kita harus menyadari bahwa tindakan seperti ini bisa  menimbulkan dampak negatif.

Pengontrolan terhadap pemberian fasilitas terhadap anak sebaiknya sudah dilakukan sejak dini, yakni sejak usia 2-5 tahun. Soalnya, di usia ini anak sedang mencari karakter yang nantinya akan tumbuh sebagai ciri khas dari kepribadian anak. Bila di usia ini anak terbiasa dengan fasilitas yang berlebihan maka sifat-sifat negatif di atas akan menjadi dasar bagi sifat-sifat yang lainnya dan akan terus terbawa hingga besar.

Meskipun kita berusaha merecovery di usia berikutnya, namun kurang efektif. Usaha ini kurang berpengaruh dan sulit dilakukan mengingat karakter anak yang sudah semakin terbentuk. Apalagi bila sudah muncul sikap yang tidak kooperatif, terlalu menuntut fasilitas sulit bagi orang tua untuk menerapkan peraturan baru. Yang akan timbul malah konflik ketika orang tua melarang sedangkan anak tetap menuntut.

 Baca Juga: Bocah 12 Tahun di Taiwan Harus Cuci Darah Seumur Hidup Setelah Makan Ayam Goreng Setiap Hari Selama Setahun

 Selagi dibutuhkan, Orangtua memberikan fasilitas ke anak

Selagi fasilitas yang diberikan memang sangat dibutuhkan anak maka orang tua wajib memenuhinya. Fasilitas yang kurang atau anak sama sekali tidak diberikan, maka pengaruhnya akan sama besarnya dengan anak yang kelebihan fasilitas. Misalnya, anak tidak yang tidak diberikan pendidikan yang layak, tentu kognisinya tidak akan berkembang dengan baik. Semiskin-miskinnya orang tua anak tetap perlu diberikan fasilitas. Paling tidak, fasilitas untuk belajar, hidup sehat, hidup bersih, pakaian,

Anak yang sama sekali tidak diberikan fasilitas secara baik, maka akan menghambat pertumbuhannya, kreativitasnya, juga kepribadiannya yang lain, seperti kurang percaya diri, merasa tersisihkan, juga meras malu terhadap temannya yang punya fasilitas cukup. Misalnya, ketika teman-temannya punya mainan yang selalu dibanggakannya, si anak malah tidak pernah memiliki mainan.

Seringkali, banyak orang yang beranggapan bahwa fasilitas adalah sesuatu yang identik dengan harga yang mahal. Sebenarnya tidak selalu demikian, orang tua bisa memberikan fasilitas dengan menyesuaikan kondisi keuangan masing-masing. Bila tidak mampu memberikan mainan yang mahal, mainan tradisional yang bisa dibuat sendiri pun bisa menjadi fasilitas yang baik buat anak. Hitung-hitung untuk mengembangkan kreativitas anak.

Tags

Terkini

Bagaimana Mengajarkan Empati pada Anak Balita?

Kamis, 12 Juni 2025 | 20:40 WIB

Moms, Aku Mau Videocall Ayah!

Rabu, 26 Februari 2025 | 07:56 WIB

Ketika Anak Tak Mau Pakai Baju, Bolehkah Kita Memaksa?

Selasa, 25 Februari 2025 | 21:18 WIB

Jangan Mengancam Anak Tetapi Berikan Ia Penjelasan

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:51 WIB

Moms, Jangan Pernah Mengancam Anak, Ya!

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:41 WIB

Biarkan Anak Corat-coret, Disitu Tumbuh Kreativitas

Senin, 24 Februari 2025 | 17:06 WIB

Moms, Perlu Lo Sesekali Anak Dibebaskan Bermain

Senin, 24 Februari 2025 | 15:52 WIB

Bila Anak Suka Tak Sopan, Ini Cara Mengatasinya

Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:14 WIB

Ini Manfaat Buat Anak Saat Belajar di Meja Makan

Jumat, 21 Februari 2025 | 15:37 WIB

Saat Makan Saatnya Anak Belajar

Jumat, 21 Februari 2025 | 14:47 WIB