SMARTPARENT.ID Suatu ketika si kaka yang berusia 4 tahun tiba-tiba bertanya. ”Mama lebih sayang aku atau adik?” Pertanyaan sederhana namun terkadang sulit memberikan jawaban yang bisa dipahami anak. Kita jawab, “Mama sama-sama sayang kakak dan adik,” si kakak tidak puas karena keseharian Moms lebih sering bersama adik. Menggendong, menyusui, memandikan, menemani tidur, dan seterusnya. Karena si kakak merasa dibedakan kasih sayangnya, ia pun kerap kesal.
Baca Juga: Bila Bayi Tak Toleran Susu Formula, Begini Tandanya
Si Kakak Cemburu Karena Mendapat Saingan
Tak hanya cemburu kepada adik bayi yang baru lahir, tetapi juga kepada adik yang yang usianya sudah satu-dua tahun. Bahkan cemburu ke adik yang usianya sudah 1-2 tahun lebih sering muncul. Pasalnya, semakin besar usia sang adik maka berbagai kemampuannya pun bermunculan. Seperti duduk, merangkak, berdiri, berjalan, dan sebagainya. Seiring dengan munculnya kemampuan baru itu biasanya orang di sekitar merasa surprise dan memberikan respon. Nah, dari kejadian itu si kakak merasa bahwa si adik berhasil menarik simpati dari orang di sekelilingnya.
Kecemburuan, akan semakin terpupuk ketika si kakak merasakan adanya ancaman akan persaingan untuk menarik perhatian lingkungannya. Si kakak merasa kalau adiknya tidak lagi seorang bayi yang hanya bisa tergolek, menangis, dilayani, tetapi sudah bisa menunjukkan berbagai kemampuan yang bisa membuat orang surprise. Sedangkan dirinya, meskipun lebih mampu dari sang adik, namun tidak mendapat perhatian sedikirpun. Tak heran, semakin banyak kemampuan yang ditunjukkan sang adik maka si kakak akan merasa semakin tersaingi sehingga dia merasa kalau memiliki adik tidak lagi menyenangkan tetapi mengesalkan.
Belum lagi dengan kemampuan adik untuk melawan atau mengungkapkan ketidaksetujuannya. Misalnya, ketika kakak mengambil mainan di genggaman adiknya, si adik tidak lagi diam tetapi berusaha untuk mempertahankannya. Hal ini semakin membuat si kakak terancam eksistensinya selama ini yang menjadi pusat perhatian. Adiknya pun tidak lagi lemah tetapi sudah bisa menunjukkan keberadaannya di mata si kakak.
Baca Juga: Ih, Kecil-kecil Kok Suka Minta Uang
Si Kakak Pun Cari Perhatian
Kecemburuan si kakak, bisa ditunjukkan dengan banyak perilaku, positif maupun negative. Tergantung dari cara anak untuk menarik perhatian dari orang tuanya. Beberapa hal yang menurut tari akan dilakukan anak untuk mendapatkan perhatian.
- Mendekatkan diri ke Adik
Bisa ditunjukkan dengan perilaku-perilaku positif. Misalnya, ketika kita meminta kakak untuk menemani adik bermain si kakak akan menurutinya dengan baik, menunjukkan sikap ikut menyayangi adik dengan membelai-belai rambutnya, berusaha menunjukkan sikap kalau dia menyayangi adik dengan mencoba menggendongnya, dan sebagainya. Bila si kakak berperilaku demikian sebaiknya jangan dicuekkan tetapi berikan perhatian lebih misalnya dengan memberikan pujian. “Wah, kamu kakak yang hebat, bisa menyayangi dan melindungi adik,” misalnya demikian.
Reward-reward yang kita berikan akan berdampak positif pada si kakak. Dia akan berusaha melakukan tindakan positif lagi untuk mendapatkan penghargaan dari orang tuanya. Sebaliknya, bila usahanya tidak mendapat penghargaan sama sekali mungkin si kakak malah mengubah sikapnya dengan menjauhkan diri dari si adik. “Buat apa aku sayang sama adik kalau mama tidak peduli,” misalnya.
- Si Kakak Tak Segan Menyakiti Adik
Karena merasa tersaingi akhirnya muncul rasa tidak senang terhadap adiknya. Karena ketidaksukaannya inilah akhirnya memunculkan tindakan agresif seperti memukul, mencakar, menjambak, dan sebagainya.