SMARTPARENT.ID Wajar bila anak takut diajak pergi ke dokter. Mungkin ia trauma, tidak nyaman, suasana yang tidak familiar, dan lainnya. Jangan bingung, Moms bisa melakukan 5 langkah ini untuk mengatasi anak yang takut pergi ke dokter.
1. Main Dokter-dokteran
Bermain dokter-dokteran sangat efektif untuk menghilangkan rasa takut pada anak. Pasalnya, dengan permainan seperti itu anak akan mengenal lebih dekat siapa sebenarnya dokter, apa saja peralatannya, apa yang biasa dilakukannya, dan sebagainya. Berikanlah kepada anak mainan kedokteran, mulai dari stetoskop, alat suntik, botol obat, hingga kostumnya. Biarkan anak bebas menjalani perannya sebagai dokter dengan boneka sebagai pasiennya.
Baca Juga: Aku Tidak Mau Pergi ke Dokter!
2. Image Dokter
Kita harus menciptakan image dokter secara baik. Misalnya dengan sering menggambarkan kalau dokter itu tugasnya menyembuhkan orang. Saat anak sakit misalnya, kita bisa bilang “Sakit perut kamu nanti akan diobati oleh dokter sampai sembuh, dokter baik kan, mau menolong kamu,” misalnya. Jangan malah menggambarkan sosok dokter adalah sosok yang menakutkan, misalnya dijadikan sebagai bahan ancaman untuk anak. “Hayo, kalau tidak mau makan nanti ibu bawa kamu ke dokter, biar disuntik!” atau “Awas lo, dokter akan menyuntik kamu biar sakit!” misalnya. Hal-hal seperti ini akan membentuk image tersendiri pada otak anak. Dia beranggapan bahwa sosok dokter adalah sosok yang berbahaya dan harus ditakuti.
3. Jujurlah Kepada Anak
Jangan pernah membohongi anak tentang sesuatu hal, termasuk kaitannya dengan dokter. Gambarkan sosok dokter sewajarnya, jangan terlalu berlebihan. Bila memang anak akan diperiksa perutnya, bilang saja terus terang. “Adek, dokter ingin tahu penyakitmu jadi dia akan memeriksa seluruh tubuhmu,” misalnya. Bila perlu ucapkan dengan detail, misalnya anak akan diminta membuka mulut, buka baju, tiduran, dan seterusnya. Sangat baik bila kita memeragakannya dengan boneka yang pura-pura dijadikan pasien. Bila memang anak harus disuntik, katakan saja sambil menjelaskan kalau suntik itu untuk menyembuhkan sakitnya, sakitnya hanya seperti digigit semut atau dicubit. Tidak dengan mengatakan, “Kamu tidak akan diapa-apakan di sana, hanya duduk saja,” misalnya. Padahal anak diminta bukan mulut, baju, tidur, bahkan disuntik. Dia akan kecewa, takut, dan tidak mau lagi datang ke dokter.
Juga jangan membohongi kalau kita ingin mengajaknya ke dokter namun bilangnya ke mal. Bagi anak pembohongan ini adalah sesuatu yang menyakitkan hatinya sehingga dia tidak percaya kepada kita dan tidak mau lagi diajak ke dokter.
Dengan memberikan keterangan sejujurnya kepada anak dia akan lebih siap untuk menghadapi apa yang akan dilakukan di ruangan dokter. Bila kita membohonginya, anak sama sekali tidak melakukan persiapan bahkan terkejut dan takut saat pemeriksaan dilakukan. “Katanya aku tidak diapa-apakan, ternyata aku harus buka baju, Mama bohong!” misalnya.
Baca Juga: Moms, Stop Mengejek Anak. Khawatir Pertumbuhan Kepribadiannya Menjadi Negatif
4. Ajari Anak Menyapa Dokter
Perlu juga mengajari anak untuk menyapa dokternya saat masuk ruang periksa. Biasanya sapaan ini akan dijawab ramah oleh dokter sehingga si kecil merasa familiar dan nyaman dengan keberadaannya di ruangan tersebut. Sangat baik bila kita mendorong anak untuk mengutarakan sendiri keluhan penyakitnya. “Tadi kamu merasakan sakit di mana deh Kak?” misalnya. Dengan begitu keberaniannya pun akan muncul dengan sendirinya. Tentu, kita perlu melihat kondisi anak, jangan memaksanya untuk mengungkapkan kondisi dirinya bila tidak memungkinkan.
Baca Juga: Kenapa Balita Suka Memukul Orangtuanya? Ini Jawabannya