SMARTPARENT.ID - Banyak orangtua cemas apakah balita mereka makan cukup.
Sebenarnya, hal normal jika balita hanya makan sedikit, pilih-pilih, atau bahkan menolak makan alias melakukan GTM (gerakan tutup mulut).
Kenapa Balita Sering Tidak Mau Makan:
- Nafsu makan balita berubah-ubah karena pertumbuhan dan aktivitas.
- Pertumbuhan melambat pada masa balita, jadi mereka tidak makan sebanyak saat bayi.
- Perut balita kecil.
- Balita sangat tertarik dengan lingkungan sekitar, jadi mudah teralihkan dari makanan.
- Balita ingin menunjukkan kemandirian.
- Balita suka satu makanan hari ini dan menolak besok. Ini cara mereka menunjukkan kemandirian. Ibu menyediakan makanan sehat, balita memutuskan berapa banyak yang dimakan.
Baca Juga: 10 Cara Memilih Mainan yang Aman untuk Anak, Hindari Risiko Ini
Mengatasi Nafsu Makan yang Naik Turun:
- Terus tawarkan makanan sehat pada waktu teratur.
- Jika balita tidak mau makan banyak, coba kurangi porsi yang ditawarkan.
- Mereka bisa minta tambahan jika masih lapar.
- Jangan paksa balita menghabiskan makanan di piring karena ini bisa membuat waktu makan stres. Juga, hindari mengomentari apa yang mereka makan atau tidak makan.
- Beri camilan bergizi seperti buah atau sayuran di antara waktu makan untuk energi ekstra.
- Jangan khawatir jika balita kadang makan sedikit. Mereka pandai menilai berapa banyak makanan yang dibutuhkan. Jika belajar percaya pada nafsu makan sendiri, ini membantu pola makan sehat di masa depan.
- Lihat asupan makanan balita selama seminggu, bukan per hari. Tidak apa-apa jika hari ini atau minggu ini makan sedikit, mungkin lebih lapar besok atau minggu depan.
Baca Juga: Selain Psikologi Anak, Teryata Bakat Anak Juga Dapat Diketahui Sejak Dini
Tips Mencoba Makanan Baru Agar Anak Tidak GTM:
Balita sering menolak makanan baru atau melakukan gerakan tutup mulut (GTM).
Berikut beberapa ide yang bisa membantu.
- Menciptakan Lingkungan Makan yang Positif:
- Jadikan waktu makan momen keluarga yang bahagia dan teratur. Makan bersama balita kapan pun bisa.
- Tunjukkan bahwa Anda menikmati makanan yang disiapkan.
- Libatkan balita dalam menyiapkan dan memasak makanan keluarga.
- Tawarkan makanan baru saat santai dan tidak terlalu lelah atau terganggu.
- Tetapkan batas waktu 20 menit untuk makan. Jika balita tidak makan, ambil makanannya dengan tenang. Jangan tawarkan camilan atau makanan alternatif, hanya air hingga waktu makan berikutnya.
- Hindari menyuap balita dengan makanan penutup agar mau makan makanan sehat. Ini bisa membuat mereka lebih tertarik pada makanan penutup.
Menyajikan Makanan Baru: - Terus tawarkan makanan baru. Bisa membutuhkan 10-15 kali percobaan untuk anak-anak menerima dan menikmati makanan baru.
- Sajikan makanan yang sama dengan yang dimakan keluarga. Jika balita melihat Anda makan, mereka lebih mungkin mencobanya.
- Tawarkan makanan baru bersama makanan yang sudah dikenal dan disukai balita.
Baca Juga: Anak Suka “Ngamuk”? Jangan Dibiarkan Ya Moms. Takut Menjadi Kebiasaan
Mengikuti Kemauan Balita:
- Biarkan balita menyentuh, menjilat, dan bermain dengan makanan. Harapkan makan yang berantakan saat mereka belajar.
- Biarkan balita makan sendiri, beri bantuan jika diperlukan.
- Jika balita tidak makan karena sakit, perhatikan dengan cermat dan bawa ke dokter jika perlu.
- Meski menemukan makanan favorit balita menggoda untuk disajikan terus, penting memberikan variasi makanan agar mereka mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang.
Semoga balita tidak sulit makan lagi atau bahkan sampai melakukan gerakan tutup mulut (GTM)
Baca Juga: Pola Makan Sehat Anak Usia 8-12 Bulan, Bagaimana Caranya?