Hindari Mengancam Anak
”Cepat mandi!” Teriak seorang ibu ke anaknya yang masih berusia dua tahun. “kalau tidak mau mandi nanti ibu panggilkan polisi biar kamu ditembak!” Ancam si ibu. Meskipun ancamannya tidak sungguh-sungguh namun si anak kontan ketakutan. Akhirnya anak menuruti apa yang diperintahkan ibunya meskipun dengan sangat terpaksa.
Pernahkah kita melakukan hal tersebut ke anak? Ketika kita meminta anak mandi, memakai baju, makan, tidur, ataupun aktivitas lain, seringkali dibarengi dengan ancaman, seperti “awas, nanti dimakan genderuwo,” “disuntik sama dokter,” atau “nanti digigit anjing.” Memang, terkadang ancaman sangat efektif untuk membuat anak patuh terhadap apa yang kita perintahkan. Anak yang tadinya sulit diminta tidur berubah patuh, demikian pula dengan anak yang sulit makan, mandi, dan seterusnya. Tetapi, meskipun terkadang efektif namun selayaknya orang tua menghindari segala bentuk ancaman terhadap anak. Ancaman sama sekali tidak mencerdaskan anak.
Baca Juga: Pintar Menyusun Passel, Pertanda Kecerdasan Spasial Anak Sangat Bagus
Tidak Mendidik dan Tidak Mencerdaskan
Mengancam supaya anak patuh, adalah salah satu bentuk paksaan yang identik dengan sikap otoriter. Padahal sikap ini sangat tidak dianjurkan untuk diterapkan dalam mendidik anak. Anak yang terdidik dengan pola asuh otoriter akan membuat kepribadiannya tidak tumbuh secara natural melainkan bentukan dari orang tua. Hal ini memungkinkan potensi anak yang lain, yang mungkin sebenarnya bisa menjadi besar, malah terpendam begitu saja.
Selain itu, kepatuhan anak ketika melakukan apa yang diminta pun bukan karena kesadaran anak itu sendiri melainkan karena ketakutan yang muncul di dalam dirinya. Karena itulah anak tidak memahami tentang alasan dari segala sesuatu yang harus dilakukan. Anak mandi karena dia diperintahkan oleh orang tuanya, bila tidak dia akan dimakan oleh genderuwo.
Baca Juga: Ini Ciri-ciri Anak yang Memiliki Kecerdasan Spasial yang Baik
Bentuk-bentuk ancaman seperti ini menimbulkan banyak dampak negatif buat anak.
- Tidak Mencerdaskan
Ancaman tidak membuat anak mengerti tentang apa yang harus dia lakukan. Padahal mandi adalah aktivitas di mana anak membersihkan tubuhnya dari kotoran, keringat, yang mungkin membuat tubuhnya kotor dan tidak nyaman. Dengan mandi anak bisa kembali bugar, sehat, sehingga bisa beraktivitas lebih baik. Nah, kalau memintanya dengan ancaman tentuh hal ini tidak akan mencerdaskan anak. Dia melakukannya karena takut bukan karena dia tahu alasan yang sebenarnya.
- Muncul Perilaku Membangkang
Bila anak melakukannya karena takut dengan ancaman, maka anak hanya patuh bila ada orang tuanya. Nah, bila orang tua tidak ada di rumah, anak hanya dengan pengasuh, sangat mungkin dia akan sulit diminta untuk melakukan hal-hal yang diminta, mandi misalnya. Berarti apa yang selama ini kita lakukan tidak berjalan efektif.
Sangat mungkin anak mencari alternatif pelepasan emosinya di tempat lain. Bila di rumah dia tidak bisa melakukannya, mungkin dia akan melakukannya di play group, di rumah tetangga, di rumah nenek, dan lainnya, di mana dia tidak menemukan sosok orang tuanya.
Baca Juga: Anak Mau Mandi Hujan, Boleh Asal Perhatikan Keamanannya