- Hubungan Tidak Lekat
Ancaman seringkali sangat menakutkan buat anak. Apalagi bila mimik yang ditunjukkan oleh orang tua begitu mengerikan anak. Dampaknya, mungkin saja anak merasa bahwa orang tua itu sendiri yang menjadi ancaman sebenarnya. Bila ini terjadi tentu akan sangat merugikan anak. Pasalnya, orang yang paling dekat dengan anak saat ini adalah orang tua, yang memberikan pengasuhan, pendidikan, perlindungan. Bila anak kemudian takut kepada orang tuanya sendiri akan membuat hubungan anak dengan kita pun akan renggang.
Bisa juga terjadi sebaliknya, anak semakin lekat dengan orang tua karena lewat ancaman yang diberikan anak merasa bahwa lingkungannya sangat tidak aman, ada genderuwo, ondel-ondel, orang gila, anjing galak, dan sebagainya. Tak mustahil anak akan selalu mengekor ke orang tuanya ke mana pun orang tua pergi.
Baca Juga: Mengenalkan Bacaan dan Gerakan dalam Shalat kepada Anak
- Anak Menjadi Penakut
Ketakutan yang sering dialami anak, mungkin saja akan membentuk pribadi yang penakut. Anak selalu merasa tidak aman karena ada bayang-bayang ancaman yang selalu saja terngiang di telinganya. Ketakutan yang berlebihan ini tentu akan menghambat pertumbuhan kreativitas anak karena dia tidak bisa mengembangkan kemampuannya secara optimal.
- Konsep Negatif
Seharusnya, anak punya konsep yang positif pada tempatnya. Polisi misalnya, seharusnya anak tidak boleh takut karena polisi juga manusia yang memberikan banyak pelayanan. Demikian juga dengan ondel-ondel dan badut, meskipun bentuknya agak aneh namun mereka diciptakan untuk menghibur, tidak layak untuk ditakuti. Namun karena pembentukan citra negatif lewat ancaman yang diberikan maka konsep berpikir anak pun akan negatif.