SMARTPARENT.ID Sebut saja Riana, gadis kecil ini baru berusia 2 tahun. Namun ia sudah memiliki adik bayi. Masa-masa manja, merajuk, ingin selalu diayomi pun sedikit terganggu karena kehadiran adik bayinya. Apakah akan muncul masalah? Khususnya pada sisi psikologis Riana?
Ketika seorang anak usia dua tahun menjadi kakak, situasi ini bisa menjadi momen yang penuh tantangan bagi keluarga. Usia dua tahun adalah periode penting dalam perkembangan anak, di mana ia sedang belajar mengekspresikan emosi, mengenali rasa memiliki, dan mencari perhatian dari orang tua. Kehadiran adik bayi dapat memunculkan berbagai dampak psikologis pada anak, terutama jika tidak ditangani dengan bijaksana.
Baca Juga: Penyakit-penyakit Langganan Saat Banjir, Yuk Antisipasi
Dampak Psikologis
-
Perasaan Cemburu
Anak mungkin merasa cemburu karena perhatian orang tua yang sebelumnya penuh untuknya kini terbagi dengan adik bayi. Ia mungkin merasa tersisih atau kurang diperhatikan. -
Regresi Perilaku
Anak bisa mengalami regresi, seperti kembali menggunakan dot, meminta digendong terus-menerus, atau kembali mengompol, sebagai cara untuk menarik perhatian orang tua. -
Kemarahan atau Frustrasi
Cemburu yang tidak tertangani dapat memicu kemarahan. Dalam beberapa kasus, anak bahkan dapat menyakiti bayi sebagai bentuk ekspresi emosi yang belum mampu diungkapkan dengan kata-kata. -
Kesulitan Beradaptasi
Perubahan dalam rutinitas, seperti perhatian orang tua yang berkurang, dapat membuat anak merasa tidak nyaman atau sulit menyesuaikan diri dengan peran barunya sebagai kakak.
Baca Juga: Pentingnya Sarapan Pagi Bergizi untuk Mendukung Prestasi Anak di Sekolah
Apa yang Perlu Dilakukan Orang Tua?
Untuk membantu anak melewati fase ini, orang tua perlu memberikan perhatian khusus dan menciptakan lingkungan yang mendukung. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
-
Libatkan Anak Sejak Awal
Sebelum bayi lahir, libatkan anak dalam persiapan, seperti memilih baju untuk bayi atau menyiapkan kamar. Jelaskan bahwa ia akan menjadi kakak dan peran itu sangat penting. -
Berikan Waktu Khusus
Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang hanya melibatkan anak pertama, seperti membaca buku bersama atau bermain. Ini menunjukkan bahwa ia tetap mendapatkan perhatian dari orang tua. -
Berikan Pujian atas Perannya Sebagai Kakak
Puji anak setiap kali ia menunjukkan perilaku baik terhadap adik bayi, seperti membantu membawa popok atau menghibur bayi. Hal ini membuatnya merasa dihargai dan bangga menjadi kakak. -
Ajarkan Cara Menunjukkan Kasih Sayang
Tunjukkan cara lembut untuk menyentuh dan berinteraksi dengan adik bayi. Orang tua dapat memberikan contoh, seperti mengelus kepala bayi dengan lembut sambil mengucapkan kata-kata positif. -
Jangan Memaksakan Tanggung Jawab Berlebihan
Hindari memberi tanggung jawab yang terlalu berat kepada anak untuk menjaga adik bayi, karena ia masih terlalu kecil untuk memahaminya. Fokus pada memberikan dukungan emosional.
Baca Juga: Peran Orang Tua dalam Mendukung Kesehatan Mental Anak
Mengatasi Kecemburuan yang Berlebihan
Sangat mungkin anak akan cemburu kepada adik bayinya. Jika anak menunjukkan tanda-tanda cemburu hingga berusaha menyakiti adik bayi, langkah berikut bisa diambil: