SMARTPARENT.ID Ajak si batita olahraga yuk Moms! Tentu, kita perlu memilihkan jenis olahraga yang tepat buat batita. Di usia ini sifat olahraganya belum terstruktur karena memang anak belum mampu menerima instruksi dengan baik. Disamping kemampuan gerakan-gerakan ototnya pun belum sempurna. Biarkan anak jika ia ingin melakukan sesuai kemampuannya. Berenang misalnya, mungkin ia akan lebih cenderung bermain air, seperti menyipratkan air, hanya berendam, memainkan air mancur, biarkan saja karena ini kan hanya pengenalan untuk tingkat lebih lanjut yakni berenang.
Baca Juga: Mau Tubuh Anak Sehat? Pastikan Ia Cukup Tidur
Berikut adalah olahraga yang bisa dikenalkan kepada anak.
- Jalan Santai
Jalan santai adalah olahraga murah yang bisa dilakukan di mana saja. Ajaklah batita berjalan santai secara rutin. Ciptakan suasana menyenangkan saat melakukannya. Misalnya, sambil bernyanyi sehingga ia tambah semangat. Bisa juga sambil bercerita tentang berbagai hal yang ditemukan di tempat kita berjalan santai. Sebaiknya lakukan di pagi hari saat udara masih segar sehingga lebih nyaman dilakukan. Suasana yang menyenangkan akan membuat anak tertarik melakukannya lagi.
- Senam
Bukan berarti senam yang sesungguhnya, yakni anak harus mengikuti gerakan-gerakan dengan baik dan tepat. Tetapi senam dalam arti menggerak-gerakkan tubuh menirukan gerakan senam. Misalnya, menggerakkan tangan ke atas, ke samping, ke bawah, menekuk tangan, melangkahkan kaki di tempat, membukukkan badan, menolehkan kepala ke kiri-kanan-atas-bawah, dan sebagainya. Contohkan bagaimana cara melakukannya dan minta anak menirukannya. Biarkan saja anak melakukan semampunya, jangan dipaksa untuk mengikuti dengan benar. Yang penting anak bergerak.
Baca Juga: 5 Langkah Efektif Agar Anak Tidak Tidur Larut Malam
- Bersepeda
Gunakan sepeda yang sesuai dengan ukuran tubuh dan kemampuannya. Di usia, 2-3 tahun biasanya anak mampu menggunakan sepeda roda tiga. Ajak ia bersepeda di halaman, taman, lingkungan perumahan, dan lainnya. Jika ia belum mampu mengayuh, ajari ia. Tunjukkan cara melakukannya namun jangan dipaksa jika ia belum mampu karena setiap anak pertumbuhan kemampuannya berbeda-beda.
- Lari dan Lompat
Ketika anak sudah mampu berlari dan melompat biasanya ia senang sekali melakukannya. Ia akan berlari kesana-kemari dan sering melompat. Selain ingin menunjukkan kemampuannya yang sudah berkembang, anak pun ingin lebih luas mengeksplorasi lingkungannya. Sebaiknya, fasilitasi keinginan ini dan jangan dibatasi. Misalnya, karena takut anak terjatuh kita melarang anak berlari malah memintanya duduk diam. Jika takut anak terjatuh carilah tempat yang aman, taman berumput atau area permainan anak yang bermatras. Biarkan ia berlari dan melompat sepuasnya.
- Olahraga Naik Turun
Anak yang senang naik turun tangga sepertinya biasa saja. Tetapi aktivitas ini bisa dijadikan anak sebagai salah satu bentuk berolahraga. Terkadang merepotkan karena kita harus terus memantaunya jangan sampai terjatuh. Tetapi ada cara aman, ajak anak ke pusat permainan semacam outbound mini yang ada di pusat-pusat perbelanjaan. Biasanya undakan-undakannya terbuat dari karet khusus sehingga kita tak perlu khawatir jika anak terjatuh. Biarkan ia bermain sepuasnya sambil berolahraga.
Baca Juga: Moms, Ini 7 Langkah Mempersiapkan si Kakak Sayang Adiknya