Gejala
Anemia ringan mungkin tidak memiliki gejala. Ketika kadar zat besi dan jumlah darah menjadi lebih rendah, bayi atau balita Anda mungkin:
- Bersikap mudah tersinggung
- Menjadi sesak napas
- Mendambakan makanan yang tidak biasa (disebut pica)
- Makan lebih sedikit
- Merasa lelah atau lemah sepanjang waktu
- Lidah terasa sakit
- Mengalami sakit kepala atau pusing
Pada anemia yang lebih parah, anak Anda mungkin mengalami:
- Bagian putih mata berwarna biru atau pucat
- Kuku rapuh
- Warna kulit pucat
Baca Juga: Rekomendasi Susu untuk Balita, Mana yang Terbaik?
Pemeriksaan dan Diagnosis
Penyedia layanan kesehatan akan melakukan pemeriksaan fisik. Semua bayi harus menjalani tes darah untuk memeriksa anemia. Tes darah yang mengukur kadar zat besi dalam tubuh meliputi:
- Hematokrit
- Ferritin serum
- Zat besi serum
- Total kapasitas pengikatan besi (TIBC)
Pengukuran yang disebut saturasi zat besi (serum iron/TIBC) seringkali dapat menunjukkan apakah seorang anak memiliki cukup zat besi dalam tubuhnya.
Penanganan
Karena anak-anak hanya menyerap sedikit zat besi yang mereka makan, kebanyakan anak memerlukan 8 hingga 10 mg zat besi per hari.
DIET DAN BESI
Selama tahun pertama kehidupan:
Baca Juga: Penyakit Polio pada Anak, Pentingkah Vaksin IPV dan Apa Efek Samping Imunisasi Ini?
- Jangan memberikan bayi Anda susu sapi sampai usia 1 tahun. Bayi di bawah usia 1 tahun sulit mencerna susu sapi. Berikan ASI atau susu formula yang diperkaya dengan zat besi.
- Setelah 6 bulan, bayi akan mulai membutuhkan lebih banyak zat besi dalam makanannya. Mulailah makanan padat dengan sereal bayi yang diperkaya zat besi yang dicampur dengan ASI atau susu formula.
- Daging, buah-buahan, dan sayur-sayuran yang kaya akan zat besi juga dapat dikonsumsi.
Setelah usia 1 tahun, Anda boleh memberikan bayi susu murni sebagai pengganti ASI atau susu formula.
Mengonsumsi makanan sehat adalah cara terpenting untuk mencegah dan mengatasi kekurangan zat besi. Sumber zat besi yang baik meliputi:
- Aprikot
- Ayam, kalkun, ikan, dan daging lainnya
- Kacang kering, lentil, dan kedelai
- Telur
- Hati
- gandum
- Selai kacang
- Jus pangkas
- Kismis dan plum
- Bayam, kangkung dan sayuran lainnya
SUPLEMEN BESI