anak

Bukan Hanya Orang Dewasa Yang Suka Pilih-pilih, Anak Juga Lo!

Selasa, 28 Mei 2024 | 20:56 WIB
Anak Bingung Memilih (Marcelo Ricardo Daros)

Awas, Jangan Dimarahi Apalagi Dibentak

Jika anak suka berubah pikiran, janganlah memarahinya, membentak, apalagi menghujat anak. Sebab akan membuat anak merasa tersudutkan, keberaniannya untuk mengungkapkan keinginannya pun akan terhambat. Selain itu anak pun mudah merasa bingung, karena ketika dia sudah memilih kemudian tidak didukung oleh lingkungannya maka anak tidak tahu harus berbuat apa.

Di usia ini anak butuh bimbingan dalam memilih. Nah, bila anak dimarahi, dibentak, maka kemampuannya untuk menentukan pilihan tidak akan terasah dengan baik. Nantinya anak tidak bisa mandiri untuk menentukan sebuah keputusan, meskipun sangat sederhana. Ketika ingin keluar dari permasalahan dia akan kembali ke orang tuanya.

Baca Juga: Moms, Bayi Sudah Bisa Diajarkan Pendidikan Seks Lo!

Bila Anak Bingung, Ini Cara Mengatasinya

Tidak semua anak bisa menentukan pilihannya dengan baik. Banyak yang memiliki kemauan tetapi dia tidak bisa memutuskan, pilihan mana yang akan diambilnya. Hal ini, bisa saja terjadi karena beragam faktor yang bisa mempengaruhinya :

  1. Mungkin pilihannya terlalu banyak sehingga dia tidak bisa memutuskan yang mana yang dia pilih, baju merah, hijau, kuning, biru, hitam, atau pink. Pada akhirnya anak malah bingung untuk menentukannya, yang akhirnya gonta-ganti pilihan.
  2. Anak merasa takut terjadi ketidakpuasan kalau pilihan yang dia pilih tidak bisa memuaskan dia. Sebelum anak memilih baju yang merah, dia sudah takut duluan, apakah pilihannya tepat atau tidak sehingga anak pun bergonta-ganti pilihan lagi.
  3. Dia sering mendapat tekanan dari orang tuanya. Misalnya, sering dimarahi ketika pilihannya salah. “Kenapa pilih baju yang model seperti ini, jelek tahu!” misalnya. Dengan begitu, ketika diminta memilih dia tidak bisa memutuskannya karena takut salah dan keputusan untuk memilih diserahkan ke orang tuanya.
  4. Dia tidak betul-betul memahami pilihan yang ada sehingga dia tidak bisa menentukan pilihan. Misalnya, dia tidak tahu mana yang sebenarnya lebih membuat dia nyaman, puas, senang, terhadap pilihannya. Bila dia tidak bisa menduga maka sulit baginya untuk memutuskan pilihan tersebut.
  5. Ada anak yang ingin menunjukkan ke semua orang bahwa “this is my body, this is my self” jadi aku yang harus menentukan segala sesuatu yang berhubungan dengan diriku. Tetapi, tidak ada pilihan yang benar-benar disukainya sehingga dia tidak bisa memutuskan pilihannya. Yang akhirnya muncul, anak malah pilih-pilih karena dia masih bingung untuk menentukan mana yang sebenarnya paling tepat untuk dipilih.

Untuk itu, sebaiknya orang tua melakukan hal-hal berikut agar anak bisa melakukan pilihan dengan baik :

  1. Pada anak yang baru belajar memilih, sebaiknya pilihan yang diberikan tidak terlampau banyak, berikan 2-3 pilihan. Bila terlalu banyak pilihan anak malah bingung dan proses belajarnya pun tidak didapat dengan baik. Bila anak sudah bisa memilih 2-3 pilihan, orang tua bisa menambah jumlah pilihannya tersebut menjadi 4-5 pilihan. Intinya, anak bertahap dalam belajar memilih. Dengan begitu apa yang didapat bisa meningkat.
  2. Anak harus tahu positif dan negatifnya sebuah pilihan. Nah, tugas orang tualah yang memberitahukan ke anak. Ketika ingin membawa mainan saat pergi ke Mal misalnya, tugas kitalah yang memberitahukan berbagai dampak yang bakal terjadi. Misalnya, jangan membawa mainan yang terlalu besar karena akan sulit membawanya lebih baik bawa mainan yang bisa ditengteng, jangan membawa mainan terlalu banyak karena khawatir akan hilang lebih baik pilih mainan yang paling disukai, atau jangan membawa mainan yang bergerak karena suasana Mal yang tidak memungkinkan lebih baik membawa boneka misalnya.
  3. Sebaiknya, hormati pilihan anak. Bila dia ingin membawa banyak mainan ke Mal, memakai baju yang belum dicuci, memilih sepatu yang kebesaran, jangan langsung memarahi apalagi membentaknya. Lebih baik tanyakan alasan kenapa dia ingin memilihnya. Selanjutnya, kita bisa memberikan penjelasan kenapa kita melarang anak memutuskan pilihannya. Meskipun pada dasarnya kita melarang tetapi kita tetap menghormati pkeputusan anak.
  4. Bila anak tetap memilih untuk membawa semua mainannya, memakai baju yang belum dicuci, atau sepatu yang kebesaran, orang tua perlu memberikan warning akan dampak yang bakal terjadi. “Kamu boleh membawa semua mainanmu, asal kamu tidak menangis bila ada yang hilang!” atau “Baju itu, kan, belum dicuci, nanti kamu jadi bau, lo!” atau “Sepatu pilihanmu kebesaran, awas, lo, nanti susah jalan!” misalnya demikian. Warning ini sebagai isyarat agar anak bisa menerima dampak dari pilihannya tersebut.
  5. Jangan memaksakan pilihan kita kepada anak. Berikan keleluasaan terhadap anak untuk menentukan pilihannya.

Baca Juga: Waspadai Penyakit Radang Usus, Begini Gejala dan Penanganannya  

Anak Bingung Memilih (Marcelo Ricardo Daros)

Halaman:

Tags

Terkini