Bukan Hanya Orang Dewasa Yang Suka Pilih-pilih, Anak Juga Lo!

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Selasa, 28 Mei 2024 | 20:56 WIB
Anak Bingung Memilih (Marcelo Ricardo Daros)
Anak Bingung Memilih (Marcelo Ricardo Daros)

SMARTPARENT.ID Pernah kan, menemukan anak yang sering mengubah-ubah keputusannya. Saat memilih baju misalnya, pertama ia memilih baju warna merah. Sesaat kemudian berubah, menggantinya dengan baju warna kuning. Baru sebentar dipakai, lalu ingin digantinya lagi dengan baju warna biru.

Ketika berada di swalayan pun demikian. Pertama dia memutuskan membeli mobil-mobilan. Tetapi ketika melihat robot-robotan dia pun mengubah keputusannya. Tidak sampai di situ, saat melihat pistol-pistolan, yang menurutnya lebih menarik, dia berubah pikiran lagi, memilih pistol-pistolan.

Baca Juga: Kenapa Anak Senang Diajak Bertepuk Tangan? Ini Jawabannya

Anak Masih Dalam Proses Belajar Menentukan Pilihan

Di usia 3-5 tahun, anak sedang belajar untuk menentukan pilihan dan belajar untuk membuat keputusan. Dalam proses belajar itu dia mengira-ngira, seberapa jauh pilihan dan keputusan yang sudah dibuatnya itu dapat memberikan kepuasan pada dirinya. Nah, bila dalam perkembangannya, anak selalu pilih-pilih, ini sangat wajar.

Anak sedang berupaya memilih baju, sepatu, atau mainan, yang menurutnya lebih memuaskan dibanding pilihan sebelumnya. Ketika anak memakai baju misalnya, dia mencoba untuk mencari rasa nyaman dari baju tersebut. Enak tidak, ya, dipakainya? Cantik tidak, ya? Cocok enggak, ya, warna bajunya dengan keinginanku? Ketika dia merasa kurang cocok, lebih cocok dengan pilihan berikutnya, maka dia akan mengubah pilihannya.

Jadi, dalam proses belajar tersebut, bisa jadi anak mengalami perubahan pikiran dan ini wajar terjadi pada anak. Kalau anak tidak puas, tidak nyaman, lebih suka dengan yang lain, dia akan berubah pikiran. Perilaku seperti ini merupakan wujud dari proses belajar anak untuk mengambil keputusan dan setiap anak akan melewati rentang proses belajar yang seperti ini.

Ketika dia tertarik terhadap berbagai pilihan, padahal dia tidak bisa mengambil semuanya, anak akan berusaha untuk menentukan pilihannya sendiri. Karena proses berpikirnya belum matang dan masih dalam taraf belajar, sangat mungkin bila dia memutuskan sesuatu yang akan berubah bila dia melihat sesuatu yang lebih menarik.

Baca Juga: Boleh Kok Anak Makan Mi Instan, Tapi Jangan Sampai Keseringan

Moms Harus Bebaskan Anak Memilih

Ketika, menghadapi perilaku anak seperti ini, Moms perlu memberikan kebebasan memilih. Apakah baju berwarna merah, kuning, biru, atau mainan mobil-mobilan, pistol-pistolan, robot-botan yang akan dipilihnya. Kalau ternyata anak tidak suka dengan baju yang pertama, kedua, kemudian memilih baju yang ketiga, bahkan balik lagi ke pilihan baju pertama, jangan dilarang tetapi berikan kesempatan anak untuk memilih dan menentukan keputusannya.

Hindari mengharuskan anak memilih yang sudah dipilihkan orang tuanya. Karena bila orangtua kerap memutuskan sendiri tanpa melibatkan anak, maka kemampuan menentukan keputusan anak tidak akan berkembang. Padahal, kebebasan dalam menentukan keputusan sangat penting untuk mendidik kemandirian anak. Nantinya anak akan mudah menentukan pilihannya.

Memang, di saat tertentu, anak mungkin memutuskan pilihan yang  keliru. Misalnya, dia memilih dibelikan mobil remote control padahal sudah memilikinya. Sebaiknya Moms memberikan arahan, jelaskan bahwa ia sudah memiliki mobil seperti itu. Atau ketika anak memilih baju warna hitam padahal cuaca sangat panas, Moms arahkan lebih baik memakai baju warna putih supaya anak tidak terlalu kepanasan.

Atau mungkin anak memilih mobil remote control yang harganya lumayan mahal sementara kondisi keuangan tidak memungkinkan. Kita bisa berunding dengan anak. “Kalau membeli mobil remote control, uang Mama tidak cukup. Nanti minta dibelikan sama Papa, ya!” misalnya demikian. Lalu pilihkan mainan yang cocok dengan kondisi keuangan. “Lihat, kayaknya mobil ini lebih asyik, deh, lebih murah lagi,” misalnya.

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X