SMARTPARENT.ID – Menonton TV dan bermain gadget terlalu lama bisa menyebabkan mata lelah pada anak. Seperti apa gejalanya mata lelah, yuk simak uraian berikut.
Ada banyak alasan untuk membatasi waktu pemakaian perangkat pada anak yaitu untuk mendorong bermain di luar ruangan dan aktivitas yang sehat, untuk menumbuhkan kebiasaan tidur yang sehat, dan untuk meningkatkan hubungan sosial secara langsung. Kesehatan mata adalah hal lain.
Namun dengan semakin banyaknya hidup kita yang dihabiskan di depan layar – baik untuk bekerja, sekolah, hiburan, sosialisasi, atau olahraga – bagaimana orang tua dapat menetapkan batasan dan pedoman yang realistis untuk keluarga mereka?
Baca Juga: 7 Manfaat Kesehatan Sinar Matahari untuk Bayi Baru Lahir
Ayesha Malik, OD, dokter mata anak di Children’s Hospital of Philadelphia (CHOP), membantu kita memahami risiko terlalu banyak waktu menatap layar terhadap penglihatan anak-anak, dan apa yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak-anak mereka mempraktikkan kebiasaan sehat saat menggunakan layar.
Masalah mata disebabkan oleh screen time yang berlebihan
Berikut beberapa pengaruh waktu layar terhadap mata anak-anak.
Kelelahan mata
Kelelahan mata – disebut asthenopia – ditandai dengan ketidaknyamanan mata, penglihatan kabur dan sakit kepala. Asthenopia dapat disebabkan oleh penggunaan mata yang berlebihan, misalnya saat terlalu lama fokus pada layar. Silau apa pun pada layar dapat semakin membuat mata tegang.
Anak-anak dengan kelelahan mata mungkin mengeluh sakit kepala, sakit mata, atau rasa lelah, sakit kepala. Mereka mungkin kehilangan minat pada tugas-tugas seperti membaca.
Baca Juga: Ragam Aktivitas Fisik untuk Anak dan Remaja, Seberapa Penting?
Masalah lainnya adalah anak-anak terlalu fokus pada layar mereka. Perhatian fokus jarak dekat yang berkepanjangan ini menambah kelelahan. “Mata kita perlu istirahat dari fokus jarak dekat,” kata Dr. Malik. “Anak-anak bisa lupa waktu ketika mereka terlalu asyik.”