SMARTPARENT.ID - Pada usia 8 bulan, sebagian besar bayi sudah mampu mengonsumsi sereal bayi yang diperkaya zat besi dan makanan murni yang merupakan bagian dari makanannya, bersama dengan ASI atau susu formula. Bagaimana pola makan anak sehat anak usia 8-12 bulan, yuk simak uraiannya.
Selama beberapa bulan ke depan, mereka akan mulai mengeksplorasi makanan meja.
Mengubah Kebiasaan Makan
Tawarkan bayi berbagai rasa dan tekstur dari semua kelompok makanan. Mulailah makanan baru apa pun dengan uji coba (beberapa hari hingga seminggu) untuk mencari reaksi alergi. Bayi di bawah usia 12 bulan tidak boleh mengonsumsi:
Madu sampai setelah ulang tahun pertama bayi. Hal ini dapat menyebabkan botulisme pada bayi.
Jus, susu, yogurt, atau keju yang tidak dipasteurisasi
Susu sapi atau minuman kedelai biasa sebelum 12 bulan sebagai pengganti ASI atau susu formula. Tidak apa-apa untuk menawarkan yogurt dan keju yang dipasteurisasi.
Makanan yang dapat menyebabkan tersedak, seperti hot dog, sayuran mentah, anggur, keju keras, popcorn, dan kacang-kacangan
Makanan dengan tambahan gula dan pemanis tanpa kalori
Baca Juga: 10 Tips Agar Anak Bisa Tidur Lebih Nyenyak di Malam Hari
Makanan tinggi natrium
Bayi pada usia ini cenderung lebih tertarik pada makanan di meja. Anda dapat menumbuk, memotong, memblender, atau menggiling makanan apa pun yang dimakan anggota keluarga lainnya dengan garpu.