Pentingnya Yodium untuk Anak, Kunci untuk Pertumbuhan dan Kesehatan Optimal

Photo Author
Hilman Hilmansyah, Smart Parent
- Minggu, 20 Oktober 2024 | 23:31 WIB
Zat yodium merupakan mineral penting yang berperan krusial dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. (Freepik)
Zat yodium merupakan mineral penting yang berperan krusial dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. (Freepik)

 

Baca Juga: Cara Efektif Agar Anak Mau Mendengarkan Orang Tua

  1. Garam Beriodium: Garam yang diperkaya yodium merupakan salah satu sumber utama yang mudah didapat.
  2. Ikan dan Makanan Laut: Jenis ikan seperti salmon, sarden, dan rumput laut tinggi akan yodium.
  3. Produk Susu: Susu, yogurt, dan keju merupakan sumber yodium yang baik.
  4. Telur: Kuning telur mengandung yodium yang bermanfaat.
  5. Sayuran: Beberapa sayuran, terutama yang tumbuh di tanah yang kaya yodium, seperti kentang dan bayam.

Rekomendasi Asupan Harian Yodium

Kebutuhan yodium harian untuk anak bervariasi sesuai usia, sebagai berikut:

  • Usia 0-6 bulan: 110 mikrogram
  • Usia 7-12 bulan: 130 mikrogram
  • Usia 1-8 tahun: 90 mikrogram
  • Usia 9-13 tahun: 120 mikrogram

Asupan yodium dapat dicapai melalui diet yang seimbang dan penggunaan garam beriodium.

Yodium adalah mineral yang sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan anak. Dari mendukung fungsi otak hingga memperkuat sistem imun, peran yodium tidak bisa dianggap sepele. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memastikan anak-anak mendapatkan cukup yodium melalui pola makan yang sehat dan seimbang. Dengan cara ini, kita dapat membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang sehat dan cerdas.

Dengan memperhatikan asupan yodium, kita dapat memastikan anak-anak memiliki peluang terbaik untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

 

Referensi

  1. World Health Organization. (2004). "Vitamin and Mineral Requirements in Human Nutrition." WHO Press.
  2. United Nations Children's Fund (UNICEF). (2019). "The State of the World’s Children 2019."
  3. Delange, F. (2004). "Iodine deficiency." In "Nutrition Reviews."
  4. Tiwari, A., & Kaur, G. (2018). "Iodine: An essential trace element." In "Journal of Clinical and Diagnostic Research."
  5. Zimmermann, M. B. (2009). "Iodine deficiency." In "Endocrine Reviews."

Halaman:

Editor: Hilman Hilmansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X