- Ajarkan anak untuk selalu bersyukur atas makanan yang tersedia, apa pun rasanya.
- Jika anak mulai mengeluh tentang makanan, beri tahu bahwa mencela makanan tidak dianjurkan dalam Islam dan mengajak mereka untuk fokus pada rasa syukur.
- Jadilah teladan dengan tidak pernah mengeluh tentang makanan di hadapan anak-anak.
- Mengajarkan Makan dengan Porsi yang Cukup
Islam mengajarkan untuk tidak berlebihan dalam makan dan minum, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan yang dapat menegakkan punggungnya. Jika harus lebih, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara." (HR. Tirmidzi). Hal ini penting untuk menjaga kesehatan dan menghindari perilaku rakus.
Baca Juga: Strategi Mempersiapkan Masa Depan Anak Berkebutuhan Khusus
Tips untuk melatih:
- Ajarkan anak untuk makan secukupnya, jangan berlebihan.
- Berikan porsi makanan yang sesuai untuk anak, agar mereka terbiasa makan dengan porsi yang wajar.
- Jelaskan bahwa makan berlebihan tidak baik bagi kesehatan dan mengajarkan pengendalian diri.
- Mengajarkan untuk Duduk Saat Makan dan Minum
Islam menganjurkan untuk duduk dengan tenang saat makan dan minum. Makan atau minum sambil berdiri bukanlah kebiasaan yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW selalu duduk dengan tenang saat makan dan minum, sehingga hal ini dapat ditiru oleh anak-anak sebagai bagian dari adab Islami.
Cara mengajarkan:
- Pastikan anak duduk dengan nyaman saat makan, baik di kursi atau lesehan.
- Hindari memberikan makanan atau minuman saat anak sedang beraktivitas, seperti berlari-lari atau berdiri.
- Jelaskan bahwa duduk saat makan adalah bagian dari sunnah Rasulullah SAW.
- Makan dari Bagian yang Terdekat
Dalam Islam, dianjurkan untuk mengambil makanan dari bagian yang terdekat terlebih dahulu. Ini adalah bentuk kesopanan dan menghindari perilaku yang tidak sopan dalam berbagi makanan. Rasulullah SAW bersabda: "Sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kanan, dan makanlah dari bagian yang terdekat." (HR. Bukhari dan Muslim).
Tips:
- Ketika makan bersama, ajarkan anak untuk mengambil makanan dari bagian yang ada di depannya terlebih dahulu.
- Berikan contoh dengan mengambil makanan terdekat dan jelaskan pentingnya sikap sopan saat makan bersama orang lain.
- Hindari Meniup Makanan dan Minuman
Rasulullah SAW melarang meniup makanan atau minuman yang masih panas. Hal ini dianggap kurang sopan dan juga tidak higienis. Sebagai gantinya, ajarkan anak untuk menunggu hingga makanan atau minuman menjadi cukup dingin.
Baca Juga: Menghadapi Tantangan Sosial pada Anak dengan Autism, Panduan Lengkap Orangtua
Cara mengajarkan:
- Beri tahu anak bahwa meniup makanan bukanlah kebiasaan yang dianjurkan dalam Islam.
- Ajarkan mereka untuk bersabar menunggu makanan dingin sebelum mulai makan.
- Ajarkan Berbagi Makanan dengan Orang Lain
Islam sangat menganjurkan untuk berbagi makanan dengan orang lain. Ini adalah bentuk kepedulian sosial dan bagian dari sikap saling membantu dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda: "Makanan untuk satu orang cukup untuk dua orang, makanan untuk dua orang cukup untuk empat orang, dan makanan untuk empat orang cukup untuk delapan orang." (HR. Muslim).
Cara mengajarkan:
- Ajak anak untuk berbagi makanan dengan teman atau saudara.
- Libatkan anak dalam kegiatan sosial seperti memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan.
Mengajarkan adab makan dan minum kepada anak adalah bagian penting dalam pembentukan karakter Islami mereka. Dengan membiasakan adab yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang sopan, penuh syukur, dan memahami nilai-nilai kesederhanaan serta kebersamaan. Sebagai orang tua, teladan yang baik dan konsistensi dalam menerapkan adab-adab ini akan sangat membantu dalam mendidik anak-anak menjadi generasi Muslim yang berakhlak mulia.
Referensi:
- Hadits Riwayat Muslim.
- Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim.
- Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa Nihayah, Jilid 1.