Di Amerika Serikat, wabah besar telah dilaporkan terjadi pada orang-orang yang tuna wisma. Di negara-negara berpenghasilan menengah dan wilayah yang kondisi sanitasinya bervariasi, anak-anak sering kali terhindar dari infeksi pada masa kanak-kanak dan mencapai usia dewasa tanpa kekebalan.
Penularan
Virus hepatitis A ditularkan terutama melalui jalur fekal-oral; yaitu ketika orang yang tidak terinfeksi menelan makanan atau air yang telah terkontaminasi dengan kotoran orang yang terinfeksi.
Dalam keluarga, hal ini dapat terjadi melalui tangan kotor ketika orang yang terinfeksi menyiapkan makanan untuk anggota keluarganya. Wabah yang ditularkan melalui air, meskipun jarang terjadi, biasanya dikaitkan dengan air yang terkontaminasi limbah atau air yang tidak diolah secara memadai.
Virus ini juga dapat ditularkan melalui kontak fisik yang dekat (seperti seks oral-anal) dengan orang yang menularkan penyakit, meskipun kontak biasa antar manusia tidak menyebarkan virus.
Gejala
Masa inkubasi hepatitis A biasanya 14-28 hari.
Gejala hepatitis A berkisar dari ringan hingga berat dan dapat berupa demam, malaise, kehilangan nafsu makan, diare, mual, rasa tidak nyaman pada perut, urin berwarna gelap, dan penyakit kuning (mata dan kulit menguning). Tidak semua orang yang terinfeksi akan mengalami semua gejala tersebut.
Baca Juga: Gangguan Bipolar atau Manic Depression, Kenali Gejalanya
Orang dewasa lebih sering mengalami tanda dan gejala penyakit dibandingkan anak-anak. Tingkat keparahan penyakit dan kematian lebih tinggi pada kelompok usia lebih tua.
Anak-anak yang terinfeksi di bawah usia 6 tahun biasanya tidak mengalami gejala yang nyata, dan hanya 10% yang mengalami penyakit kuning. Hepatitis A terkadang kambuh, artinya orang yang baru sembuh akan jatuh sakit lagi dengan episode akut lainnya. Hal ini biasanya diikuti dengan pemulihan.***