SMARTPARENT.ID – Tantrum pada anak dianggap sesuatu yang wajar. Bagaimana cara memeriksa apakah anak tantrum atau bukan, yuk simak uraiannya.
Anamnesis dan pemeriksaan fisik yang menyeluruh akan membantu membedakan penjelasan perkembangan, psikologis, atau fisiologis dari tantrum atau amukan tersebut dan menentukan apakah ledakan tersebut tidak lazim, sehingga memerlukan rujukan ke spesialis.
Penyedia layanan harus mencatat riwayat tantrum secara menyeluruh, dimulai dengan pertanyaan terbuka seperti, “ceritakan semua tentang tantrum tersebut.” Riwayat lengkap dapat memberikan wawasan mengenai dinamika keluarga, sehingga memungkinkan penyedia layanan mengatasi perilaku orang tua yang dapat disesuaikan untuk mengelola perilaku anak.
Penyedia layanan juga dapat merekomendasikan agar pengasuh mencatat tantrumnya, yang dapat membantu menjelaskan polanya. Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang dapat ditanyakan oleh penyedia layanan untuk memahami kejadian sebelum, selama, dan setelah tantrum.
Baca Juga: Masalah Tantrum pada Anak, Usia Berapa Anak Suka Mengamuk?
Kapan tantrum terjadi (jam berapa)?
Keadaan apa yang mendahului amukan tersebut?
Perilaku apa yang ditunjukkan anak tersebut selama tantrum tersebut?
Berapa lama perilaku yang menyusahkan atau tidak diinginkan tersebut berlangsung selama episode tersebut?
Bagaimana reaksi emosional pengasuh terhadap tantrumnya?
Bagaimana cara pengasuh menangani tantrumnya?
Bagaimana suasana hati dan perilaku anak di antara episode tantrum?