SMARTPARENT.ID – Masalah kolik pada anak perlu penanganan yang tepat. Bagaimana pengobatan alternatif untuk masalah kolik pada anak dan seberapa efektif, yuk simak uraianya.
Salah satu faktor yang mungkin berkontribusi terhadap kolik adalah ketidakseimbangan bakteri bermanfaat dalam saluran pencernaan bayi. Salah satu pengobatan yang sedang diselidiki adalah penggunaan bakteri baik (probiotik) untuk menciptakan keseimbangan bakteri yang tepat guna meningkatkan kesehatan pencernaan secara keseluruhan.
Beberapa penelitian menunjukkan pengurangan waktu menangis ketika bayi penderita kolik diobati dengan bakteri yang disebut Lactobacillus reuteri. Penelitian dilakukan dalam kelompok kecil, dan hasilnya agak beragam. Kebanyakan ahli sepakat bahwa saat ini tidak cukup bukti yang mendukung penggunaan probiotik untuk mengatasi kolik.
Obat alternatif
Beberapa penelitian kecil menunjukkan beberapa manfaat atau hasil yang beragam untuk pengobatan alternatif. Namun, tidak ada cukup bukti untuk menilai potensi manfaat dibandingkan risikonya. Solusi alternatif yang sedang diselidiki meliputi:
- Teh herbal
- Obat herbal, seperti minyak adas
- Air gula
- Air gripe, campuran air dan herba
- Pijat terapi
- Manipulasi kiropraktik
- Akupunktur
Baca Juga: Dampak Buruk Diare Pada Anak, Begini Gejala dan Cara Mengatasinya
Risiko yang diketahui mencakup masalah-masalah berikut:
- Penggunaan teh herbal atau sediaan cair lainnya secara teratur dapat menyebabkan penurunan asupan susu atau penurunan kadar natrium dalam darah bayi.
- Kurangnya peraturan produk dapat mengakibatkan kontaminasi, bahan tidak berlabel atau dosis obat herbal tidak konsisten.
- Beberapa pengobatan homeopati mengandung sejumlah kecil zat yang berpotensi beracun.
Bicaralah dengan penyedia layanan bayi Anda sebelum menggunakan pengobatan alternatif untuk mengobati kolik pada bayi
Mempersiapkan jadwal konsultasi dengan ahli
Sebaiknya persiapkan terlebih dahulu jadwal konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan bayi. Berikut beberapa informasi untuk membantu Anda bersiap.
Untuk mempersiapkan jadwal ketemu dokter, buatlah beberapa catatan tentang:
- Waktu dan durasi episode menangis
- Usia bayi Anda ketika pola menangis yang berkepanjangan dan berulang dimulai
- Pengamatan tentang perilaku bayi atau faktor-faktor lain sebelum, selama, atau setelah suatu episode
- Jadwal makan dan tidur bayi
- Strategi yang Anda gunakan untuk menenangkan anak
- Orang-orang yang terlibat dalam merawat bayi, seperti orang tua lain, kakek-nenek, pengasuh bayi, atau profesional di pusat penitipan anak
Baca Juga: Kenali Anemia pada Bayi dan Anak, Perlukah Suplemen Zat Besi?
Tuliskan pertanyaan tambahan apa pun yang Anda miliki tentang kesehatan atau perkembangan bayi. Selama janji temu Anda, jangan ragu untuk menanyakan pertanyaan lain yang muncul di benak Anda.