Baca Juga: 5 Gejala Kekebalan Tubuh Lemah, Begini Cara Mengatasinya
Dokter akan menanyakan pertanyaan mengenai gejala anak dan frekuensi diare untuk menegakkan diagnosis. Riwayat asupan makanan dan cairan yang terperinci seringkali sangat membantu ketika mengevaluasi penyebab diare.
Penanganan
Penanganan diare pada balita antara lain dengan melakukan perubahan pola makan dan nutrisi, seperti:
Batasi jus buah
Hindari asupan cairan berlebihan
Tingkatkan jumlah lemak dalam makanan anak dengan susu murni, mentega, dan minyak zaitun
Tingkatkan jumlah serat dalam makanan anak dengan buah segar, roti, sereal, dan kacang-kacangan
American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar jus tidak diberikan kepada bayi di bawah usia 6 bulan. Jus sebaiknya dibatasi tidak lebih dari 4 ons per hari pada anak usia 1-6 tahun dan tidak lebih dari 8 ons per hari pada anak yang lebih besar.
Baca Juga: Bisakah Minyak Kelapa Menyembuhkan Penyakit Eksim? Begini Faktanya
Minuman olahraga tidak boleh dikonsumsi di luar aktivitas olahraga pada anak yang lebih besar. Minuman cola, soda dan teh harus dihindari sepenuhnya.
Seiring dengan semakin matangnya saluran pencernaan anak, gejala diare pada balita mungkin akan membaik.
Poin-Poin Penting yang Perlu Diingat
Anak balita diare merupakan anak sehat yang tumbuh dan berkembang secara normal.