Smartparent.id Mungkin Moms suka melarang anak memegang gunting. Alasannya takut tangan anak terluka. Demikian pula dengan menempel, alasannya karena perekatnya akan mengotori tangan dan baju.
Sebenarnya, menggunting dan menempel bila diarahkan dengan baik bisa digunakan sebagai sarana latihan untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Kegiatan mulai dari memegang, menggerakkan gunting, menempel kertas, mengikuti alur guntingan, adalah kegiatan yang sangat efektif untuk mengasah kemampuan motorik halus anak.
Moms, tidak perlu takut anak terluka oleh gunting. Jika kita mendampinginya hal ini dapat dihindari. Lagi pula sudah ada gunting yang dibuat khusus untuk anak sehingga tidak melukai.
Demikian pula dengan menempel, anak dapat menggunakan stiker yang sudah berperekat, atau lem batang yang tinggal dioles sehingga mengotori tangan dan baju.
Baca Juga: Wah, Dedek Bayi Pintar Meniru Ya
Seru dan Pastiya Banyak Manfaat
Mengasah kemampuan motorik halus anak dengan menggunting dan menempel sudah bisa diajarkan sejak usia 2-3 tahun. Di usia ini, meskipun anak masih sulit untuk memegang gunting secara benar, namun sudah bisa dilakukan. Yang distimulasi bukan sebatas keterampilan motorik halus anak tetapi juga melatih koordinasi antara tangan dengan mata juga melatih konsentrasi anak.
Banyak sekali manfaat bila motorik halus anak distimulasi sejak dini.
- Menjadi reward tersendiri ketika anak berhasil menggunting dan menempel. Ia merasa senang, percaya diri, dan semakin termotivasi. Reward positif ini tentu sangat baik buat perkembangan anak.
- Stimulasi yang baik dengan menggunting dan menempel akan meningkatkan kemampuan motorik halusnya. Koordinasi tangan, mata, dan otak akan melatih anak bagaimana menggerak-gerakkan motorik halusnya dengan baik.
- Kelak akan mendukung kemampuan anak menulis. Sebab anak sudah terbiasa dengan gerakan-gerakan halus. Banyak, kan, di usia SD anak sangat kaku memegang pensil, kesulitan menulis, mungkin motorik halusnya ia kurang mendapat stimulasi.
- Aktivitas menggunting dan menempel pun dapat menjadi sarana anak mengungkapkan ekspresi dan kreativitasnya. Bila dia diberikan sarananya maka daya kreativitasnya akan tumbuh lebih tinggi. Hal ini bagus untuk kemampuan kognitifnya.
Baca Juga: Ini Lo Moms, 10 Langkah Mudah Merawat Kulit Bayi Agar Tetap Sehat
Sesuaikan dengan Kemampuan
Ketika ingin mesntimulasi anak lewat menggunting dan menempel, sebaiknya Moms perlu melihat kemampuan anak. Sebab tidak semua anak memiliki kemampuan yang sama. Mungkin saja, si A lebih mahir dari si B, sudah bisa memegang gunting dengan benar atau mengolesi lem lebih baik.
Tahapan umum yang bisa dilakukan anak mislanya, di usia 3-4 tahun anak diharapkan mampu menggunting lurus dan melengkung atau menempelkan stiker di sembarang tempat. Kemudian di usia 4-5 tahun, anak diharapkan mampu menggunting kertas dengan mengikuti garis lurus atau melengkung atau menempel stiker secara sembarangan di tempat yang diminta. Lalu di usia 5-6 tahun, anak diharapkan sudah mampu menggunting bentuk-bentuk lingkaran, segi tiga, atau persegi empat atau anak mampu menempel stiker di tempat yang dituju namun masih melewati garis .
Setiap anak, umumnya harus melalui tahapan perkembangannya step by step jadi jangan mengharapkan kalau anak langsung bisa menggunting bentuk bulatan atau kotak padahal dia baru berusia 4-5 tahun. Apalagi jika ia kurang stimulasi, sangat wajar bila ketika pertama kali memegang gunting atau menempelkan stiker, anak akan kebingungan dan kesulitan.
Baca Juga: Membiarkan Anak Manja, Membuatnya Tidak Belajar Mandiri