Ini termasuk sereal bayi yang diperkaya zat besi, daging yang dihaluskan, dan kacang yang dihaluskan. Untuk anak yang lebih besar, sumber zat besi yang baik antara lain daging merah, ayam, ikan, kacang-kacangan, dan bayam.
Baca Juga: Mengapa Anak Sehat Perlu Imunisasi? Begini Penjelasannya
Jangan menyajikan terlalu banyak susu. Antara usia 1 dan 5 tahun, jangan biarkan anak minum lebih dari 24 ons (710 mililiter) susu sehari.
Tawarkan makanan yang kaya vitamin C.
Ini membantu tubuh menyerap zat besi. Makanan yang tinggi vitamin C antara lain buah jeruk, melon, stroberi, paprika, tomat, dan sayuran berwarna hijau tua.
Haruskah saya memeriksakan anak untuk mengetahui adanya kekurangan zat besi?
Paling sering, kekurangan zat besi dan anemia defisiensi besi ditemukan melalui tes darah. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar semua bayi menjalani tes anemia defisiensi besi mulai usia 9 bulan hingga 12 bulan.
Baca Juga: Mengapa Anak Sehat Perlu Imunisasi? Begini Penjelasannya
Mereka yang memiliki faktor risiko kekurangan zat besi sebaiknya diuji lagi pada usia lanjut. Tergantung pada hasil tes, anak mungkin memerlukan suplemen zat besi yang diminum, multivitamin harian, atau tes lebih lanjut.
Kekurangan zat besi pada anak bisa dicegah. Untuk menjaga pertumbuhan dan perkembangan anak tetap pada jalurnya, tawarkan makanan kaya zat besi saat makan dan camilan. Bicarakan dengan tim layanan kesehatan anak tentang perlunya tes skrining dan suplemen zat besi.***