Mengasah Imajinasi Anak, Bagaimana Caranya? Cek Tips Ini

Photo Author
Hilman Hilmansyah, Smart Parent
- Jumat, 26 April 2024 | 08:48 WIB
Mengasah imajinasi anak perlu dilakukan agar daya kreatif atau kreativitas anak terus berkembang dan optimal (Pexels/Yan Krukov)
Mengasah imajinasi anak perlu dilakukan agar daya kreatif atau kreativitas anak terus berkembang dan optimal (Pexels/Yan Krukov)

SMARTPARENT.ID – Moms and Paps, mengasah imajinasi anak sekaligus merangsang pemikiran kreatif sehingga berdampak besar terhadap kemampuan belajar anak di masa depan. Nah, apa dan bagaimana mengasah imajinasi anak tersebut, yuk simak uraian ini.

Seperti kita tahu, anak kecil cenderung memiliki rasa ingin tahu, mempunyai imajinasi yang besar dan kapasitas kreatif yang sangat besar. Ini adalah kualitas berharga yang mendukung pembelajaran di sekolah dan sepanjang hidup, dan harus dipupuk sejak usia dini.

Selama dekade terakhir, tampaknya ada peningkatan tekanan bagi anak-anak untuk membangun literasi formal dan pengetahuan matematika pada tahap awal, misalnya mempelajari huruf dan suara, warna dan bentuk, fakta dan angka.

Beberapa pusat pendidikan menggunakan program huruf dan suara yang dirancang untuk digunakan di sekolah bagi anak-anak berusia tiga tahun. Meskipun tujuannya adalah untuk mendukung pembelajaran dan keberhasilan transisi ke sekolah, bukti menunjukkan bahwa fokus sempit pada pengajaran keterampilan tersebut pada usia dini bukanlah pendekatan terbaik.

Ketika bermain memanfaatkan imajinasi anak-anak dan orang dewasa lainnya, kemungkinan untuk melakukan eksplorasi dan pembelajaran menjadi tidak terbatas.

Baca Juga: Soal Es Krim Magnum yang Ditarik Unilever Beredar di Inggris dan Irlandia, Begini Komentar BPOM

Mengapa imajinasi penting dalam tumbuh kembang anak?

Imajinasi mendukung pembelajaran dan perolehan pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan dua cara. Anak-anak memanfaatkan imajinasi mereka dalam permainan untuk meninjau kembali pengetahuan dan pengalaman sebelumnya (misalnya seharian di pantai, mengunjungi kerabat di rumah sakit).

Hal tersebut, pada gilirannya, memperluas pengetahuan dan pemahaman mereka tentang pengalaman-pengalaman ini. Namun, ini bukan sekadar mempelajari apa yang sudah diketahui.

Yang penting, anak-anak menggunakan imajinasi mereka untuk mengeksplorasi pengetahuan dan ide-ide baru, misalnya, mengunjungi kembali hari-hari di pantai dapat membuat mereka membayangkan kehidupan di bawah air.

Ketika bermain, memanfaatkan imajinasi anak-anak dan orang dewasa lainnya, kemungkinan untuk melakukan eksplorasi dan pembelajaran menjadi tidak terbatas.

Baca Juga: Efek Kecanduan Ganja, Waspadai Narkoba di Sekitar Kita

Hubungan antara imajinasi, pengetahuan, dan pembelajaran anak-anak telah diketahui sejak lama. Psikolog ternama Rusia, Lev Vygotsky, memiliki pengaruh signifikan terhadap pendidikan anak usia dini di Australia dan di seluruh dunia.

Vygotsky khususnya tertarik pada imajinasi dan kreativitas dalam pembelajaran. Dia membedakan dua jenis aktivitas otak: kemampuan untuk menyimpan dan mereproduksi pengetahuan yang ada; dan kemampuan untuk menyatukan pengetahuan dan pengalaman yang ada untuk menciptakan ide dan kemungkinan baru.

Halaman:

Editor: Hilman Hilmansyah

Sumber: firstfiveyears.org.au

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X