Rayakan Hari Anak Nasional, Cerebrofort Gelar Pekan Seni Anak Pintar Indonesia di Tiga Kota

Photo Author
Tim SmartParent, Smart Parent
- Minggu, 27 Juli 2025 | 21:55 WIB
Dalam rangka hari anak nasional, cerebrovot gelar talkshow  (Rifkianto Nugroho)
Dalam rangka hari anak nasional, cerebrovot gelar talkshow (Rifkianto Nugroho)

Semua ini adalah pondasi dalam membentuk generasi masa depan yang cerdas, sehat, dan berkarakter pintar,” paparnya.

Pada talkshow ini, Cerebrofort dan detikcom menggandeng berbagai narasumber, yaitu Ketua Sub Tim Kerja Penguatan Karakter, Kemendikdasmen, dr. Retno Wulandari; dan Dokter Anak, dr. Ria Yoanita. Keduanya menyoroti pentingnya pembentukan karakter sejak usia dini. dr. Retno pun sepaham bahwa talkshow ini sejalan dengan program ‘7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat’ yang diinisiasi Kemendikdasmen.

Baca Juga: 1.500 Keluarga Rayakan 150 Tahun Kehadiran American Standard di Jakarta Family Walk

Program ini memuat tujuh kebiasaan utama, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

Kebiasaan ini diyakini mampu menciptakan generasi penerus yang tangguh secara mental, emosional, dan sosial.

“Anak hebat tumbuh dari kebiasaan baik, dan kebiasaan baik tumbuh dari kolaborasi hebat antara sekolah dan orang tua.

Bila kebiasaan ini dibangun sejak dini dan dijaga secara konsisten, maka anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berkarakter kuat.

Termasuk kebiasaan makan sehat dan bergizi yang penting untuk mendukung kecerdasan dan fokus belajar anak,” tutur Ketua Sub Tim Kerja Penguatan Karakter, Kemendikdasmen, dr. Retno Wulandari.

 Baca Juga: Kisah Anak Bernama Fattan yang Sembuh dari Mara Minus 4 Tanpa Operasi

Pada kesempatan ini, dr. Retno juga mengapresiasi kolaborasi semua pihak, utamanya Kalbe dan detikcom dalam menciptakan generasi emas melalui kegiatan Pekan Seni Anak Pintar Indonesia.

“Mari bersama membangun kebiasaan baik demi masa depan yang lebih cerah dan Indonesia yang lebih maju,” kata dr. Retno.

Sementara itu, berdasarkan studi yang sama di British Journal of Nutrition, ditemukan sejumlah fakta.

Salah satunya, sebagian besar anak-anak Indonesia usia 4–12 tahun mengonsumsi asam lemak esensial di bawah rekomendasi Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO)/Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang secara implisit menunjukkan tingginya proporsi anak yang kekurangan EPA dan DHA.

Baca Juga: Tips Mengatur Jarak Kehamilan Ideal: Rahasia Keluarga Sehat dan Bahagia

Padahal, kedua nutrisi tersebut diperlukan guna untuk perkembangan otak anak hingga meningkatkan kemampuan belajar anak.

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X