- Ceritakan Jadwal Harian di Sekolah
Anak sering kali takut karena belum tahu apa yang akan terjadi. Ceritakan urutan kegiatan yang umum dilakukan di sekolah:
- Masuk kelas
- Menyanyikan lagu
- Belajar membaca/menulis
- Waktu istirahat/makan
- Waktu pulang
Bisa juga tunjukkan video anak-anak di SD yang sedang belajar atau bermain, supaya ia punya gambaran nyata.
- Kenalkan pada Calon Teman Sebaya (Kalau Ada)
Jika kalian tahu ada teman sebaya dari TK atau lingkungan rumah yang juga akan masuk SD yang sama, ajak anak bermain bersama lebih sering sebelum masuk sekolah. Wajah-wajah familiar akan membuatnya merasa lebih aman di hari pertama.
- Jaga Ekspresi dan Sikap Orang Tua
Anak-anak sangat peka terhadap ekspresi dan bahasa tubuh orang tua. Jadi, usahakan orang tua tetap tenang, optimis, dan tidak menunjukkan kecemasan berlebihan. Kalau Moms dan Dads terlihat santai dan percaya diri, anak pun akan lebih mudah merasa aman.
- Hindari Perbandingan dengan Anak Lain
Kadang tanpa sadar kita membandingkan anak dengan saudaranya atau anak teman. Padahal ini bisa memperbesar tekanan.
“Kakak dulu gak takut lho sekolah.”
“Lihat tuh si A, semangat banget sekolahnya.”
Lebih baik fokus ke proses anak sendiri dan rayakan setiap langkah kecilnya menuju kesiapan.
- Dampingi di Hari Pertama, Tapi Jangan Terlalu Lama
Hari pertama adalah waktu penting. Dampingi anak, beri pelukan, ucapkan kalimat penyemangat, lalu berikan ruang untuk anak menjalani harinya. Hindari berlama-lama atau menunjukkan kesedihan saat berpisah.
Katakan:
“Mama akan jemput jam 12 nanti. Selamat belajar, kamu pasti bisa!”