Menurut laporan Forbes, Departemen Efisiensi Pemerintahan yang dipimpin oleh Musk telah mulai berinteraksi dengan beberapa lembaga federal dalam beberapa hari terakhir.
Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa Musk telah diberikan alamat email resmi pemerintah serta ruang kerja di Gedung Putih. Namun, belum ada kepastian apakah Musk secara resmi menerima jabatan tersebut, dan pihak Gedung Putih pun belum memberikan komentar terkait hal ini.
Musk juga dilaporkan tidak akan menerima kompensasi atas pekerjaannya di pemerintahan, sehingga ia tidak diwajibkan untuk mengungkapkan laporan keuangan pribadinya.
Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa pegawai pemerintah hanya perlu melaporkan keuangan mereka jika menerima gaji dan bekerja lebih dari 60 hari.
Baca Juga: Tips Atur Jadwal Sekolah dan Ekstrakurikuler Anak Tanpa Drama
Sebagai pegawai pemerintah khusus, Musk tetap tunduk pada sebagian besar regulasi yang berlaku bagi pegawai federal, meskipun terdapat beberapa pengecualian. Statusnya bersifat sementara dan memiliki batasan lebih ringan terkait konflik kepentingan.
Namun, individu dengan status ini tetap dilarang mengambil keputusan yang dapat menguntungkan perusahaan atau organisasi yang mereka miliki atau kendalikan. Selain itu, mereka juga tidak boleh menggunakan jabatan mereka untuk kepentingan politik atau memengaruhi pemilu saat menjalankan tugas resmi.
Meski begitu, masih belum jelas apakah hubungan Musk dengan perusahaannya, termasuk SpaceX yang memiliki kontrak miliaran dolar dengan pemerintah AS, dapat menimbulkan persoalan etika dalam perannya di pemerintahan.
Di sisi lain, USAID—lembaga yang tengah dalam proses pembubaran dan sebelumnya dikritik oleh Musk—diketahui memiliki dua kontrak aktif dengan Starlink, perusahaan internet satelit miliknya. Meskipun dana dari kontrak tersebut telah digunakan, keterlibatan Musk dalam pemerintahan tetap menjadi sorotan.
Ann Skeet, Direktur Etika Kepemimpinan di Markkula Center, Universitas Santa Clara, menilai bahwa posisi Musk memungkinkan dirinya memperoleh keuntungan bagi berbagai perusahaannya, termasuk Tesla, platform media sosial X, startup AI xAI, serta pembuat implan otak Neuralink.
Baca Juga: Panduan Lengkap Merawat Gigi Anak Sejak Dini, Wajib Dipahami
Merespons kekhawatiran ini, Trump menegaskan bahwa Musk tidak akan diberikan akses ke aspek pemerintahan yang dapat menimbulkan konflik kepentingan.
"Jika ada potensi masalah, kami tidak akan membiarkannya terlibat," ujar Trump.