Penelitian ini menemukan adanya hubungan antara kadar BPA yang tinggi pada ibu dan peningkatan risiko autisme pada anak laki-laki dengan aktivitas aromatase rendah.
Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena jumlah anak perempuan yang didiagnosis dengan autisme dan aktivitas aromatase rendah terlalu sedikit untuk dianalisis secara mendalam, sehingga kesimpulan hanya dapat dibuat untuk anak laki-laki.
Baca Juga: Manfaat Kalsium, Apa Makanan yang Mengandung Zat Gizi Ini?
Pada tikus yang terpapar BPA selama kehamilan, peneliti melihat penurunan perilaku sosial serta perubahan pada amigdala, area otak yang berperan penting dalam memproses interaksi sosial.
Para peneliti menyimpulkan bahwa kadar BPA yang tinggi dapat mengganggu aktivitas enzim aromatase, mempengaruhi produksi estrogen, dan mengubah perkembangan neuron di otak tikus.
Namun, penting untuk diingat bahwa hasil studi pada tikus tidak selalu dapat diterapkan langsung pada manusia dan memerlukan analisis lebih lanjut.***