Vaksinasi dewasa sendiri berperan penting dalam membantu mencegah penularan berbagai penyakit infeksi yang berbahaya.
Orang dewasa yang aktif bekerja atau sering bepergian memiliki risiko lebih tinggi terpapar maupun membawa penyakit, seperti influenza, hepatitis B, meningitis, hingga Japanese Encephalitis (JE), yaitu infeksi virus yang dapat menyebabkan radang otak. Berbagai manfaat tersebut menunjukkan bahwa vaksinasi dewasa perlu mulai dipandang sebagai bagian penting dari perlindungan kesehatan rutin.
Selain vaksinasi dewasa, perhatian terhadap penyakit HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease) pada anak juga menjadi penting.
Vaksin EV71 HFMD merupakan vaksin yang digunakan untuk mencegah infeksi Human Enterovirus 71 (EV71), salah satu penyebab utama HFMD. Berdasarkan data surveilans Kementerian Kesehatan, hingga minggu ke-18 tahun 2026 tercatat lebih dari 18.000 kasus suspect HFMD tersebar di seluruh Indonesia. Lima provinsi dengan jumlah kasus tertinggi meliputi Jawa Barat (3.981 kasus), Banten (2.503), Jawa Tengah (2.122), DI Yogyakarta (1.219), Jawa Timur (1.128), dan Riau (1.124).[1]
Infeksi HFMD umumnya diawali dengan gejala demam, nyeri tenggorokan, lemas, serta penurunan nafsu makan, yang kemudian diikuti munculnya sariawan di mulut serta ruam dan lepuhan pada tangan, kaki, dan area sekitar mulut. Meskipun dapat menyerang semua kelompok usia, HFMD paling berisiko terjadi pada anak-anak di bawah usia 6 tahun.
Tingginya angka kasus tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kewaspadaan masyarakat serta upaya pencegahan terhadap HFMD.
“HFMD bukan sekadar ruam biasa. HFMD yang disebabkan oleh virus EV71 berpotensi menimbulkan komplikasi serius yang perlu diwaspadai, seperti dehidrasi berat, kerusakan otak (ensefalitis), gangguan jantung, hingga gagal napas.
Lalu, meskipun jarang terjadi, infeksi virus ini juga berisiko menyebabkan gejala sisa jangka panjang, seperti gangguan tumbuh kembang secara motorik maupun kognitif,” papar Dokter Spesialis Anak Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Handayani, M.Ked (Ped), Sp.A.
Baca Juga: KKH Singapura Perkuat Harapan Anak dengan Kanker Lewat Precision Medicine dan Perawatan Terintegrasi
Penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius yang mengancam jiwa anak. Penularannya juga sangat cepat karena virus dapat menyebar melalui droplet, kontak langsung, hingga benda yang terkontaminasi. Bahkan orang dewasa tanpa gejala dapat menjadi pembawa virus di lingkungan keluarga. Oleh karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan secara optimal sejak dini, yakni dengan memberikan vaksin EV71 HFMD kepada anak.
“Vaksin HFMD dapat diberikan pada anak sejak usia 6 bulan hingga sebelum anak berusia 6 tahun sebanyak dua dosis, dengan jeda satu bulan sejak pemberian dosis pertama," tutur dr. Handayani.
Vaksin EV71 HFMD telah mendapatkan persetujuan BPOM RI. Dalam uji klinisnya, jika dibandingkan dengan anak yang tidak menerima vaksinasi, efikasi vaksin EV71 HFMD yang beredar di Indonesia saat ini mencapai 94,6 persen untuk HFMD karena EV71, dan 100 persen memberikan perlindungan terhadap komplikasi berat serta rawat inap.[2]
“Selain mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi keluarga, Kalventis juga mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka kejadian HFMD di Indonesia dengan menyediakan vaksin EV71 HFMD. Selaras dengan misi Kalbe dalam memperluas akses kesehatan, pada 5 Februari 2026, vaksin EV71 HFMD telah mendapatkan persetujuan perluasan indikasi dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), sehingga bisa digunakan oleh anak usia 6 bulan hingga 71 bulan. Ini adalah bagian dari langkah kami dalam mendukung perlindungan yang optimal agar keluarga Indonesia dapat tumbuh lebih sehat dan kuat,” tutup Vidi Agiorno.