“Status orang tua saat ini, ya kita prihatin juga terhadap kondisi-kondisi yang ada di Jogja ini. Orang tuanya itu belum status menikah atau belum status kawin,” jelasnya.
“Sehingga untuk bayi ini mayoritas memang di luar pernikahan,” imbuhnya.
Bayar Penitipan Rp50.000 per Hari
Adapun biaya penitipan, Wiwit mengungkapkan bahwa orang tua bayi membayar Rp50 ribu per harinya.
Baca Juga: BPOM Kembali Temukan 11 Kosmetik Berbahaya pada Pengawasan Triwulan I 2026
“Ini membayar, jadi membayar satu harinya Rp50 ribu per anak. Kita belum tahu nih apakah dengan Rp50 ribu ini mencukupi atau tidak,” sambungnya.
Tak Ada Izin Penitipan Bayi
Mengenai izin penitipan bayi, Polisi memastikan bahwa pihak bidan ORP tidak berizin.
“Praktik kebidanannya ada izinnya, tapi untuk semacam penitipannya ini belum ada,” terang Wiwit.
Baca Juga: Film dari China ini Berhasil Membuat Kisah Seorang Anak Perempuan dan Ayah Angkat Menjadi Emosional
“Karena seperti yang saya jelaskan tadi, mungkin (berawal) dari kemanusiaan satu orang. Namun karena getok tular atau apa, sehingga sepuluh yang lain mengikuti,” sambungnya.
Sementara itu, kondisi 11 bayi tersebut di antaranya membutuhkan penangan medis, sehingga ada 3 bayi yang dirawat di RSUD Sleman.
“11 bayi ini dievakuasi oleh Dinas Sosial. Tiga bayi kita rawat di RSUD (Sleman). Kemarin dua bayi diambil orang tuanya. Saat ini masih enam bayi yang dirawat di Dinas Sosial,” tuturnya.
Baca Juga: Gelombang Panas Makin Ekstrem: Ancaman Nyata bagi Kesehatan yang Sering Diremehkan
Polisi juga turut memeriksa bidan ORP, pengasuh berinisial K (ibu dari bidan ORP), S (ayah dari bidan ORP), satu orang pembantu dan enam orang ibu kandung bayi-bayi tersebut.