Setelah ketahuan bahwa itu adalah laporan palsu, pelapor kembali mengirim pesan dan meminta maaf atas perbuatannya.
“Selamat malam pak, saya secara sadar mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak Damkar. Dengan kerendahan hati, saya minta maaf, saya khilaf pak,” lanjutnya.
Pihak Damkar Kota Semarang lantas meminta pelapor tersebut untuk memberikan klarifikasi secara langsung ke kantor.
“Kami butuh klarifikasi langsung, kalau tidak segera menanggapi, akan kami tindak lanjuti secara hukum. Kami sudah mengantongi identitas dan akun medsos Anda,” terang pihak Damkar.
Baca Juga: Marak Anak Terpapar Judi Online hingga Pornografi, KPAI: PP Tunas Jadi Benteng Baru Anak Indonesia
Saat diminta ke kantor Damkar Kota Semarang, pelapor mengaku keberatan karena dirinya berada di Surabaya.
“Pak saya terlalu jauh, saya dari Surabaya. Ini saya tanggung jawab, saya minta maaf kepada pihak Damkar. Apa bisa dengan cari lain?” sambung pelapor dalam pesannya.
Pihak Damkar Semarang Kota lantas memberikan kesempatan 2x24 jam untuk memberikan klarifikasi langsung sebelum dibawa ke jalur hukum.*
Baca Juga: Good News, Film Korea Selatan Bergenre Thriller yang Banyak Disisipi Unsur Comedy