Menurut Miranti, perlu kesadaran orang tua untuk meluangkan waktu bermain dengan anak. “Kami berinisiatif melalui kampanye Main Jangan Main-Main, LACTOGROW ingin menggerakan para orang tua di Indonesia untuk bermain bersama si kecil demi tumbuh kembangnya menjadi aktif dan kreatif. Bermain bukan sekadar kegiatan menyenangkan bagi Si Kecil, tetapi juga merupakan cara belajar yang efektif untuk perkembangan kreativitas, daya pikir, serta keterampilan sosial dan emosional Si Kecil,” paparnya.
Kampanye “Main Jangan Main-Main” ini ditujukan untuk menginspirasi para orang tua di Indonesia untuk mendukung pertumbuhan Si Kecil agar siap aktif dan kreatif dengan bermain bersama.
LACTOGROW juga mempersembahkan LACTOGROW PlayWorld, sebuah dunia bermain edukatif yang dirancang untuk mengasah kreativitas dan aktivitas fisik anak, sekaligus menjadi ruang interaksi berkualitas antara orang tua dan Si Kecil.
Bermain merupakan salah satu sarana untuk menstimulasi kreativitas, daya pikir, maupun keterampilan sosial dan emosional sejak usia dini. Bermain bagi anak usia dini terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas. Bermain bagi keluarga sebagai inspirasi bagi orang tua untuk mengasah kreativitas dan aktivitas fisik Si Kecil melalui stimulasi main bersama.
Selain menghadirkan arena permainan untuk mengajak Si Kecil aktif dan kreatif, LACTOGROW PlayWorld juga menghadirkan talkshow interaktif bersama para expert dan mom Influencer, creativity screening test bersama psikolog anak serta door prize dengan berbagai hadiah menarik. Inisiatif ini menjadi bentuk nyata komitmen Nestlé LACTOGROW pada anak Indonesia untuk tumbuh aktif dan kreatif melalui stimulasi yang tepat dari luar dan gizi yang optimal dari dalam.
“Selaras dengan tujuan Nestlé untuk menggunakan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu, saat ini dan untuk generasi mendatang, kami meyakini bahwa kombinasi yang tepat antara asupan gizi dari dalam dan stimulasi dari luar berupa aktivitas bermain dapat mendorong Si Kecil dapat tumbuh optimal menjadi lebih aktif dan kreatif. Ini dapat membangun fondasi kuat bagi mereka untuk berkembang menjadi pribadi yang luar biasa,” ujar Sufintri Rahayu, Direktur Corporate Affairs & Sustainability PT Nestlé Indonesia.
LACTOGROW berinisiatif tidak hanya menyiapkan nutrisi yang baik, tapi juga menyiapkan aktivitas menstimulasi anak-anak dalam kegiatan LactoGrow PlayWorld. “Selain pemenuhan asupan gizi, perlu gizi dari dalam, LACTOGROW hadir sebagai satu-satunya susu pertumbuhan kombinasi unik antara probiotik dan preboitk dan zero sukrosa. Saya dukung kegiatan PlayWorld ini agar orang tua bisa meluangkan waktu untuk bermain bersama Si Kecil dan jangan lupa asupan gizinya. Semoga kampanye Main Jangan Main-Main bisa menginspirasi banyak orang tua di Indonesia,” papar perempuan yang akrab disapa Fifin ini.
Bermain Bukan Sekadar Bermain, Banyak Manfaatnya!
Sementara itu, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi Psikolog menjelaskan, “Saat bermain Si Kecil akan belajar berekspresi, berinteraksi, dan berkomunikasi, sekaligus mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Di sinilah peran orang tua menjadi penting - membangun komunikasi dan memberikan stimulasi yang tepat untuk mengembangkan kemampuan seperti creative problem solving, berpikir fleksibel, hingga keberanian mencoba ide-ide baru. Bahkan, pembentukan karakter anak pun bisa dilakukan secara alami melalui interaksi sederhana saat bermain bersama.”
Vera mengatakan, bermain merupakan satu aktivitas yang terberi (given). “Kita tak perlu repot-repot menciptakan permainan, tanpa disuruh, anak sudah bisa bermain. Aktivitas anak ya bermain. Kita dulu pernah kecil, belajar tentang diri sendiri, kalau lari kencang ada sensasi tertentu, misalnya. Pembelajaran didapatkan anak lewat bermain,” urainya.
Melalui bemain, lanjut Vera, anak juga belajar tentang lingkungan sekitarnya. Jadi, bermain bukan sekadar bermain dan bukan sekadar hiburan, tapi banyak manfaatnya. “Anak belajar ketajaman sensoris atau panca indera, melalui pendengaran, penglihatan dan lainnya, semua terasah saat bermain. Misal, Ketika bermain meniti balok, anak belajar keseimbangan dan kemampuan motorik,” paparnya.
Selain itu, kata Vera, bermain juga mengasah kreativitas dan imajinasi. Misal, bermain peran berpura-pura menjadi dokter, guru atau profesi lainnya. Kemudian, membaca buku cerita atau menggambar juga mengasah imajinasi anak makin berkembang.
Kemudian, keterampilan sosial berupa bermain kelompok bersama-sama atau bergantian. Anak juga mengasah kecerdasan emosinya, bagaimana mengenali emosi dan melampiaskannya dengan cara yang positif. Tak kalah penting, bermain juga mengasah kemampuan bicara. Misal, bernyanyi atau bercakap-cakap sehingga artikulasinya semakin jelas.
Vera menegaskan, beragam manfaat bermain itu akan optimal bila orang tua ikut bermain bersama anak. Ketika bermain bersama, ada emotional bonding atau ikatan emosi yang terjalin, ada kontak fisik dan makin mendekatkan hubungan antara anak dan orang tua.