SMARTPARENT.ID - Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya kesehatan mata dan kulit menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini sejalan dengan data yang mengungkapkan bahwa Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia untuk jumlah penderita gangguan penglihatan terbanyak, setelah India dan China.
Selain itu, prevalensi penyakit kulit di Indonesia mencapai 4,6% hingga 12,95%, menjadikannya urutan ketiga dari 10 penyakit terbanyak.
Baca Juga: Destinasi Seru Keluarga! Timezone Grand Wisata Hadir dengan Wahana Interaktif untuk Semua Usia
Menanggapi kebutuhan akan edukasi lebih lanjut mengenai kesehatan mata dan kulit, VIO Optical Clinic bekerja sama dengan ZAP Clinic mengadakan mini talkshow bertajuk “SEE BETTER, GLOW BRIGHTER”. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya perawatan mata dan kulit secara komprehensif.
Dalam talkshow ini, dr. Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO, FIALVS, founder sekaligus chief doctor dari VIO Optical Clinic, akan membahas berbagai isu terkait kesehatan mata, termasuk tingginya angka gangguan penglihatan di Indonesia.
Data menunjukkan bahwa terdapat 8 juta orang mengalami gangguan penglihatan di Indonesia, dengan 1,6 juta di antaranya menderita kebutaan.
"Kami percaya bahwa kesehatan mata dan kulit merupakan investasi jangka panjang.
Penglihatan yang baik akan mendukung aktivitas harian, sementara kulit yang sehat dapat meningkatkan kepercayaan diri. Melalui talkshow ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan proaktif dalam menjaga kesehatan mereka," ujar dr. Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO, FIALVS.
Baca Juga: Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadap Prestasi Anak di Sekolah
Sementara itu, perwakilan dokter dari ZAP Clinic, dr. Yovita Vania Revianti akan mengedukasi peserta mengenai tingginya prevalensi penyakit kulit di Indonesia dan pentingnya perawatan kulit yang tepat untuk mencegah berbagai masalah kulit.
Kesehatan Mata dan Kulit: Dua Aspek Penting yang Saling Berkaitan
Di era digital saat ini, penggunaan gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, kebiasaan ini membawa dampak signifikan terhadap kesehatan mata dan kulit.
Dampak Gadget Terhadap Mata:
- Peningkatan Gangguan Penglihatan: Paparan sinar biru dari layar gadget dapat menyebabkan kelelahan mata dan berkontribusi pada peningkatan kasus miopia.
- Prevalensi Kebutaan: Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia untuk jumlah penderita gangguan penglihatan terbanyak, dengan 8 juta orang mengalami gangguan penglihatan dan 1,6 juta di antaranya menderita kebutaan.
Dampak Gadget Terhadap Kulit: