Otak Penipuan Aplikasi Kencan Masih Diburu Polisi
Dalam kesempatan yang sama, Respati mengungkap pihaknya masih memburu satu orang WNA asal China yang diduga sebagai otak penipuan lewat aplikasi kencan.
"Bosnya ini inisial AJ masuk DPO (daftar pencarian orang)," kata Respati.
Respati menilai, AJ sebagai sosok yang memerintahkan tersangka tiga tersangka, INB, AKP, dan RW yang bertugas sebagai pemimpin kelompok itu di Indonesia.
"AJ ini merupakan bosnya dan merupakan warga negara asing. Informasinya dari China," tegasnya.
Baca Juga: Gara-gara Tingkat Polusi Semakin Parah, Thailand Gratiskan Transportasi Umum
Respati juga mengungkap sebanyak 20 orang tersangka penipuan daring bermodus aplikasi kencan, memiliki rata-rata gaji Rp5-7 juta per bulan secara tunai.
"Mereka (tersangka) digaji. Untuk 'leader' (pimpinan) Rp7 juta, untuk operator Rp5 juta," sebutnya.
Pakai Foto Orang Lain yang Dianggap Menarik
Respati mengatakan para tersangka baru bekerja kurang lebih selama dua bulan, ada yang menjadi operator hingga leader.
Baca Juga: Yuk Beli Kendaraan yang Ramah Lingkungan! Ada Diskon Rp5 Juta untuk Motor Listrik Polytron
Sementara, tersangka yang bekerja sebagai operator akan bertugas membuat akun pada aplikasi kencan dengan foto profil orang lain yang dianggap menarik.
Para operator ini terus berinteraksi dengan calon korbannya melalui aplikasi kencan, setelah merasa dekat mereka kemudian menawarkan investasi kepada korbannya.
"Sementara untuk 'leader' (pimpinan) mereka menerima korban yang sudah berhasil dibujuk oleh operator untuk investasi," tandasnya.***
Artikel Terkait
Mengatasi Keterlambatan Akademik pada Anak
Masalah Kesehatan Mental pada Anak, Kiat Atasi Cemas dan Stres
Keseimbangan Antara Gadget dan Aktivitas Fisik Anak
Gangguan Pertumbuhan Fisik pada Anak, Begini Solusinya
Pastikan Faktor Keamanan Permainan Anak, Waspadai Hal Ini