Terdapat enam divisi yang fokus pada riset dan pengembangan yaitu software, electronic design, PCB, industrial design, prototyping, mechanical design. Pendekatan ini memastikan setiap produk tidak hanya memiliki kualitas dan inovasi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan keluarga Indonesia.
Tidak hanya fokus pada produk, Polytron juga memperluas jangkauan distribusi untuk memastikan produknya dapat diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Dengan jaringan distribusi yang mencakup 793 direct-channel, 1.000 lebih sub-dealer, dan 61 pusat layanan di 14 provinsi, Polytron ingin semakin dekat dengan konsumennya. Selain itu, Polytron juga memastikan layanan purna jual terbaik dengan pusat layanan pelanggan yang siap melayani konsumen di berbagai wilayah.
Baca Juga: Bawa Makanan Sendiri Saat Bepergian: Cara Aman Menghindari Risiko Alergi Makanan pada Anak
Kontribusi dan Komitmen Polytron Perkuat Industri Elektronik Nasional
Selain fokus mengembangkan bisnis, Polytron terus berupaya meningkatkan dampak bisnis terhadap industri elektronik nasional. Kontribusi Polytron terhadap industri elektronik nasional tercermin dalam tiga aspek utama.
Pertama, pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang menjadi prioritas untuk mendukung pembangunan industri lokal. Sebagian besar produk memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri di atas 40% yaitu sebanyak 91% dari total produk home appliances, 89% dari total produk produk audio-video dan 100% atau seluruh produk motor listrik telah. Hal ini menunjukkan komitmen Polytron terhadap penggunaan komponen dalam negeri secara konsisten.
Baca Juga: Edukasi Anak tentang Alergi Makanan: Cara Aman dan Menyenangkan untuk Si Kecil
Polytron turut berkomitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung industri semikonduktor Indonesia melalui program pelatihan desain chip bekerja sama dengan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC).
Program ini melibatkan 21 Universitas dan turut didukung oleh mitra global seperti IMEC Belgia, Cadence Asia Pasifik, dan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Urusan Komersial, serta kementerian terkait seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Pelatihan selama 900 jam ini, setara dengan 20 SKS (Satuan Kredit Semester), mencakup teori dasar hingga praktik langsung menggunakan perangkat lunak Cadence dan perangkat keras FPGA board. Peserta juga mendapatkan pembinaan dari para ahli dan wawasan mengenai tren terbaru di industri semikonduktor.
Baca Juga: Momen Isra Mi’raj, Ini yang Perlu Diajarkan pada Anak
Lebih lanjut, komitmen terhadap keberlanjutan yang diwujudkan melalui berbagai upaya, seperti pengurangan emisi karbon hingga 3% pada tahun 2023 dibandingkan 2022, penggunaan energi matahari dengan pemasangan PLTS di pabrik, dan peluncuran motor listrik sejak 2021 yang telah terjual lebih dari 20 ribu unit, yang setara dengan pengurangan emisi karbon dioksida hingga 983.298 kg per hari.
POLYTRON juga aktif dalam pengelolaan limbah, dengan 33,8% limbah didaur ulang dan 88,83% limbah plastik dikelola secara berkelanjutan.
Berbagai pencapaian dan kontribusi tersebut berhasil mendapatkan pengakuan salah satunya dari aspek inovasi yaitu dua Penganugerahan Rekor MURI yaitu Videotron Terpanjang di Stadion Olahraga se-Indonesia dan pencapaian Polytron Fox-R sebagai motor listrik dengan perjalanan motor listrik menempuh jarak terjauh dari Jakarta hingga ke Bali sebagai titik finish, dengan jarak tempuh sekitar 1.333 km.
Baca Juga: Tips Rencana Staycation Keluarga yang Seru dan Hemat
Artikel Terkait
Bawa Makanan Sendiri Saat Bepergian: Cara Aman Menghindari Risiko Alergi Makanan pada Anak
Komunikasikan Alergi Anak kepada Pengasuh dan Guru: Panduan Penting untuk Moms
Jaga Kebersihan Dapur dan Peralatan Masak: Cara Efektif Hindari Alergi Makanan pada Anak
Sediakan Obat Darurat: Cara Efektif Cegah Risiko Alergi Makanan pada Anak