ChildFund International di Indonesia Siap Ciptakan Dunia agar Anak-anak Bisa Dapatkan Hak-haknya

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Senin, 6 Mei 2024 | 16:09 WIB
Komitmen Childfund international dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak di Indonesia  (Childfund international )
Komitmen Childfund international dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak di Indonesia (Childfund international )

SMARTPARENT.ID -  Hadir di Indonesia sejak tahun 1973, ChildFund International di Indonesia secara konsisten terus berjuang untuk mewujudkan dunia di mana anak-anak mendapatkan hak dan mencapai potensi maksimalnya.

Berbagai program dihadirkan guna mewujudkan tujuan tersebut. 

Di Banten dan Jakarta, bersama Yayasan Dharma Kasih (YDK) yang telah bekerjasama sejak 1981 dan Yayasan Panti Nugraha (YPN)  sejak 1984,  ChildFund International di Indonesia telah mendampingi anak dan keluarga di 15 kecamatan di 5 kota/ kabupaten.

 Salah satu kerja penting yang dilakukan oleh YDK dan YPN adalah membantu keluarga yang terdampak COVID-19 pada tahun 2020.

 “Banyak keluarga yang tidak mampu secara ekonomi mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga, termasuk untuk pendidikan anak.

Baca Juga: Kini Hadir di Mal Ciputra Cibubur, ini 3 Manfaat Bermain di Play 'N' Learn Bagi Kecerdasan Anak

YDK mendistribusikan bantuan tunai melalui POST Indonesia kepada 630 keluarga atau 2.191 individu di Tangerang dan Jakarta Barat,” papar Eksi Wibakti, Pimpinan Proyek YDK.

Sementara di Jakarta Selatan di mana YPN bekerja, bantuan tunai ini menyasar 950 keluarga atau 4.039 individu.

 “Kami juga menyediakan tempat cuci tangan ramah anak, yang disesuaikan dengan kondisi COVID-19, di tempat-tempat strategis.

Ribuan flyer yang berisi informasi terkait COVID-19 dan cara pencegahannya kami sebarkan ke rumah masyrakat atau lokasi penting lainnya,” ujar Samsul Bahri, Pimpinan Proyek YPN. 

Eksi lebih lanjut menjelaskan bahwa salah satu  program yang sukses diimplementasikan, diantaranya adalah penyelenggaraan Pendidikan Anak usia Dini (PAUD), mengingat wilayah dampingan YDK yang berada di wilayah perkotaan adalah wilayah kumuh yang padat penduduk, tinggi polusi, dan merupakan daerah tertinggal di wilayah Jakarta Barat dan Tangerang.

“Ketidakmampuan ekonomi dari banyak keluarga prasejahtera di wilayah perkotaan membuat anak tidak mendapatkan pengasuhan yang baik dan tepat dari orang tua maupun pengasuhnya.

Selama orang tua bekerja, mereka hanya mampu menitipkan anak balitanya untuk diasuh oleh anak terbesar atau saudara dekat, bahkan tidak sedikit yang akhirnya menitipkan pada tetangga yang dipercayakan.

Baca Juga: Faktor-Faktor Penyebab Obesitas pada Anak Balita

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X