1. Stimulasi ovarium
Obat-obatan yang digunakan untuk merangsang ovarium biasanya termasuk gonadotropin, seperti follicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH). Obat-obatan ini bekerja dengan merangsang ovarium untuk memproduksi folikel, yaitu kantung kecil yang berisi sel telur.
Dokter akan memantau perkembangan folikel dengan menggunakan tes darah dan USG. Ketika folikel telah matang, dokter akan menghentikan pemberian obat-obatan.
2. Pengambilan sel telur
Operasi pengambilan sel telur biasanya dilakukan pada hari ke-12-14 setelah pemberian obat-obatan. Operasi ini dilakukan di bawah anestesi lokal atau umum.
Dokter akan membuat sayatan kecil di perut wanita, biasanya di sekitar pusar. Melalui sayatan tersebut, dokter akan memasukkan jarum suntik untuk mengambil sel telur dari ovarium.
3. Pengambilan sperma
Sperma dapat diambil dari pasangan pria atau donor sperma. Sperma dari pasangan pria dapat diambil dengan cara masturbasi atau dengan menggunakan kateter yang dimasukkan ke dalam uretra.
Sperma dari donor sperma dapat diambil dengan cara masturbasi atau dengan menggunakan teknik pengambilan sperma epididimis (PESA).
4. Pembuahan in vitro
Pembuahan in vitro dapat dilakukan secara alami atau dengan menggunakan teknik inseminasi buatan.
Pembuahan in vitro alami dilakukan dengan cara mencampurkan sel telur dan sperma di dalam cawan petri. Sel telur dan sperma kemudian dibiarkan membuahi secara alami.
Inseminasi buatan dilakukan dengan cara menyuntikkan sperma ke dalam sel telur. Teknik ini dapat dilakukan dengan menggunakan mikropipet atau dengan menggunakan teknik intracytoplasmic sperm injection (ICSI).
5. Transfer embrio
Transfer embrio dilakukan dengan menggunakan kateter yang dimasukkan melalui vagina. Kateter akan dimasukkan ke dalam rahim dan kemudian embrio akan disuntikkan ke dalam rahim.