Dalam rangka membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan, Dewan Pendidikan Nasional mendorong penguatan kemitraan dengan perguruan tinggi,Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), komunitas belajar guru, organisasi profesi, komunitas literasi, media, dan dunia usaha.
Di sisi lain, pendidikan keluarga perlu menjadi bagian integral dari strategi nasional melalui peningkatan kapasitas orangtua dalam mendampingi tumbuh kembang dan proses belajar anak, terutama dalam menghadapi tantangan era digital.
Dewan Pendidikan Nasional juga memandang penting pengembangan literasi multidomain yang mencakup literasi baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, kesehatan, budaya, kewargaan, ekologi, informasi dan media, data, hukum, karier,kewirausahaan, keberagaman, serta kecerdasan artifisial. Seluruh bentuk literasi tersebut perlu dikembangkan secara terintegrasi sebagai bekal peserta didik menghadapi perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi pada abad ke-21.
Melalui penguatan literasi dan numerasi yang dilaksanakan secara konsisten, terpadu, dan berkelanjutan, Dewan Pendidikan Nasional meyakini bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia akan semakin meningkat. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat Human Capital Index Indonesia, meningkatkan produktivitas dan inovasi nasional, serta mempercepat terwujudnya generasi Indonesia yang cerdas, adaptif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.***
Foto: Dok BKPDM Kemendikdasmen