3. Alokasikan kebutuhan Lebaran (40–50%)
Mudik, makanan khas, angpao, dan pakaian baru tetap penting karena Lebaran adalah momen kebersamaan.
Namun membuat batas anggaran akan mencegah pengeluaran meluas.
Baca Juga: Diskusi Herbalped Ungkap Ramuan Kunyit Madu Jadi Solusi Asam Lambung Saat Puasa Ramadan
4. Amankan dana darurat dan tabungan (10–20%)
Sisihkan sebagian untuk dana darurat atau instrumen likuid seperti emas, tabungan syariah atau Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) syariah.
Dana ini sangat membantu jika ada kebutuhan mendadak setelah Lebaran.
5. Lengkapi dengan perlindungan keuangan yang amanah
Tabungan melindungi rencana pengeluaran, tetapi risiko besar seperti sakit atau kecelakaan dapat menghabiskan tabungan dengan cepat.
Di sinilah perlindungan menjadi bagian dari perencanaan.
Banyak keluarga fokus menabung tetapi lupa bahwa tabungan bisa luluh lantak dalam sekejap ketika menghadapi risiko besar—operasi darurat, penyakit kritis, atau kecelakaan yang membutuhkan biaya puluhan bahkan ratusan juta rupiah.
Baca Juga: Komunitas AICO Hadirkan Cosmic Affair, Party Matchmaking AI dan Astrologi Pertama di Indonesia
Karena itu, melengkapi strategi keuangan dengan perlindungan finansial adalah bentuk ikhtiar yang bijak.
Sebagai langkah nyata dalam berikhtiar secara finansial, Sun Life Syariah hadir sebagai teman seperjalanan keluarga.
Melalui prinsip tolong-menolong (tabarru’), peserta saling membantu menghadapi risiko kehidupan secara transparan dan sesuai prinsip syariah.
Artikel Terkait
Liburan Anak Makin Seru di Pororo Merry Holiday Mal Taman Anggrek
Rayakan Ulang Tahun ke-8, Teman Bumil & Parenting Tegaskan Komitmen Dampingi Ibu dan Anak untuk Tumbuh Bersama
3 Langkah Cerdas Parents Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak Sejak Dini
Dukung Ibu Bekerja, MainStory Perluas Akses Pengasuhan Anak Berkualitas di Indonesia
SUN Lanjutkan Gerakan Lahap Makan 2026, Dampingi Ibu Hadapi GTM Anak
Liburan Edukatif Keluarga di IIMS 2026, dari Teknologi Kendaraan hingga Aktivitas Seru Anak dan Orang Tua