lifestyle

Kisah Penderita Alzheimers Termuda di Dunia Asal Cina, Putus Sekolah karena Ingatannya Terganggu

Kamis, 9 Mei 2024 | 16:00 WIB
Remaja asal cina mengalami gangguan ingatan jangka pendek dan panjang sejak 17 tahun (freepik)

Berita kesehatan dan medis terkini dikirimkan ke email Anda setiap hari Minggu.

Para peneliti melakukan Tes Pembelajaran Verbal Auditori Universitas California Los Angeles yang banyak digunakan dan menemukan bahwa pasien muda tersebut mengalami gangguan memori secara signifikan.

“Ini adalah kasus termuda yang pernah dilaporkan yang memenuhi kriteria diagnostik kemungkinan (penyakit Alzheimer) tanpa adanya mutasi genetik yang diketahui,” kata para penulis.

Ia mencatat bahwa semua pasien lain yang diketahui telah didiagnosis menderita Alzheimer di bawah usia 30 tahun memiliki beberapa mutasi genetik yang terkait dengan penyakit Alzheimer. penyakit.

Baca Juga: Sakit Tenggorokan Saat Hamil, Bisa Berdampak Negatif Pada Janin?

Sebelum kasus remaja berusia 19 tahun ini terungkap, orang termuda yang didiagnosis menderita Alzheimer adalah remaja berusia 21 tahun yang mengalami mutasi gen.

Demensia usia muda, sebagaimana dirujuk oleh Alzheimer's Society of Canada, menyumbang sekitar dua hingga delapan persen dari seluruh kasus demensia.

Sekitar 28.000 warga Kanada yang berusia di bawah 65 tahun hidup dengan demensia usia muda.

Menurut Mayo Clinic, salah satu dari tiga gen (APP, PSEN1 atau PSEN2) berpotensi diturunkan dari anggota keluarga dan mungkin membawa peningkatan risiko terkena Alzheimer.

Ketiga gen tersebut terdapat pada kurang dari satu persen dari seluruh penderita Alzheimer, namun sekitar 11 persen dari seluruh kasus demensia yang terjadi pada usia muda.

Baca Juga: Makanan yang Harus Dikonsumsi Saat Sakit Tipes

Usia tetap menjadi faktor risiko terbesar untuk Alzheimer, namun penelitian ini bertujuan untuk mendorong perhatian lebih lanjut terhadap demensia yang terjadi pada usia muda.

“Menjelajahi misteri kaum muda dengan penyakit Alzheimer mungkin menjadi salah satu pertanyaan ilmiah paling menantang di masa depan,” kata para peneliti.

Halaman:

Tags

Terkini